Geng Motor Paling Ditakuti Janji Akan Menjaga Masjid New Zealand

google.com

Seruni.id – Pasca kejadian serangan teror di New Zealand, gelombang dukungan terhadap komunitas Muaslim Selandia Baru terus bertambah. Tak terkecuali dari Mongrel Mob. Geng motor paling ditakuti itu menyatakan kesiapan mereka untuk menjaga masjid ketika umat Islam melaksanakan salat Jumat. Hal ini mereka lakukan agar umat Islam dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.

Gambar terkait
ayojalanterus.blogspot.com
[read more]

Komitmen geng motor tersebut untuk menjaga masjid disampaikan langsung oleh presiden Mongrel Mob Waikato, Sonny Fatu. Setelah ia menerima kabar bahwa warga Muslim di Hamilton, Waikato, takut untuk beribadah di masjid.

“Kami akan mendukung dan membantu saudara-saudari Muslim kami selama mereka membutuhkan kami,” janji Fatu.

“Kami dihubungi oleh seorang perwakilan yang mengontak saya dan mengatakan bahwa beberapa saudara dan saudari Muslim kami merasakan ketakutan pada hari Jumat selama ibadah mereka, dan pertanyaan yang diajukan apakah kami bisa menjadi jaring pengaman agar mereka dapat berdoa di sana, damai tanpa rasa takut,” ujarnya.

Hasil gambar untuk geng motor berjanji akan menjaga masjid di christchurch
internasional.sindonews.com

Mongrel Mob yang aktif sejak tahun 1960-an merupakan deng jalanan terorganisasi yang berbasis di New Zealand. Geng motor ini memiliki lebih dari 30 cabang, dan yang paling aktif ada di wilayah King Country, Opotiki, Waikato dan Hastings. Meski dikenal sebagai kelompok yang melakukan pelanggaran hukum, geng ini juga melibatkan diri dalam sejumlah aksi layanan masyarakat.

Mongrel Mob bukanlah satu-satunya geng yang mendukung komunitas Muslim. Namun, Balck Power, King Cobram serta cabang Mongrel Mob lainnya, mereka turut menunjukkan dukungannya. Bahkan, diketahui geng Mongrel Mob di Autralia juga berpatroli di sebuah masjid Sydney sebagai dukungan untuk warga Muslim.

Kepala asosiasi Muslim Waikato, Asad Mohsin menyampaikan apresiasinya atas dukungan Mongrel Mob. Ia juga mengharapkan agar Mongrel Mob bisa ikut bergabung untuk menjalankan ibadah di masjid.

“Kami akan menyambut mereka untuk datang ke dalam masjid dan berdoa bersama kami. Mereka adalah bagian dari kami, seperti kami adalah bagian mereka,” tandasnya.

“Islam itu inklusif, bebas dari penghakiman, kami tidak melihat anggota-anggota geng, kami melihat mereka. Kami menghargai mereka sebagai manusia dan kami mengapresiasi bahwa mereka menghargai kami juga,” imbuhnya.

Kenyataan ini menjadi bukti untuk sang teroris, bahwa ulahnya tidak akan membuat Islam terpecah belah. Justru, berkat serangan terornya, kini semakin banyak yang mencintai Islam. Bahkan, ada yang memutuskan menjadi mualaf.

[/read]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.