Gunakan Hijab, Safina Khan Soudagar Tak Diperbolehkan Ikut Ujian

Seruni.id – Seorang muslimah berusia 24 tahun menjadi bahan berita, khususnya di India. Wanita itu bernama Safina Khan Soudagar. Ia dilarang mengikuti ujian National Eligibility Test (NET) di University Grants Commission (UGC), karena menggunakan hijab. Apa hubungannya pelarangan mengikuti ujian dengan penggunaan hijab? Simak pembahasan Seruni kali ini.

Related image
newscentral24x7.com

NET merupakan salah satu tes yang bergengsi di India, yakni menguji kelayakan para peneliti junior di sana untuk mendapatkan beasiswa. Biasanya, mereka yang lulus juga akan memiliki kesempatan untuk menjadi asisten profesor.

Namun, sayangnya para peserta NET tidak diperbolehkan memakai aksesori di kepala, termasuk hijab. Alasannya? Penggunaan scarf bisa dijadikan cara untuk mencontek. Peraturan ini pun harus dihadapi oleh Safina Khan Soudagar yang memang sebagai muslimah, ia berhijab.

Baca Juga: Arwa Zahr, Wanita Bercadar yang Dilarang Menjenguk Bayi di RS

Lulusan master Psikologi itu bersikukuh tidak bersedia membuka hijabnya saat ujian. Maka, petugas tidak memperbolehkan Safina untuk mengikuti tes. Padahal, Safina sudah menerangkan bahwa hijab merupakan bagian dari kepercayaannya.

“Ketika saya masuk ke bagian pemeriksaan, dia melihat dokumen saya, lalu melihat saya dan menyuruh saya untuk melepaskan hijab. Dia bilang saya tidak diperbolehkan masuk ke ruang ujian menggunaan itu (hijab),” ungkap Safina Khan Soudagar, dilansir dari Hindustan Times.

Parahnya, petugas yang memeriksa Safina saat itu adalah seorang pria. Tentu saja Safina tidak bersedia membuka hijabnya di depan seorang penjaga pria bukan muhrimnya. Menurut Safina, saat mendaftar untuk tes itu, tidak ada peraturan tertulis tentang larangan memakai hijab.

Dilansir dari The Hindu, Safina akan melayangkan surat permohonan ke Goa State Human Rights Commission dan Prakash Javadekar selaku Union Minister di Human Resource Development. Ia mengharapkan adanya toleransi untuk umat beragama dalam ujian tersebut.

Tentu saja kejadian yang menimpa Safina marak dibicarakan di media sosial. Banyak warga India yang mempertanyakan kembali demokrasi dan toleransi di India. Safina yang juga berprofesi sebagai novelis itu mendapatkan banyak dukungan dari netizen.

“Safina khan soudagar was not allowed to appear in NET exams in Goa, the reason being she was in hijab. These things happens with muslims in the so called Democratic country called INDIA…..RIP#INDIAN#Democracy,” tulis salah satu pengguna Twitter.

Haruskah hal-hal seperti ini terus dibiarkan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.