Kumpulan Puisi Ibu yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Kumpulan Puisi Ibu yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
islampos.com

Seruni.id – Puisi ibu bisa menjadi salah satu ungkapan terima kasih kita kepadanya. Meskipun terima kasih saja tidak cukup. Karena hidup dan matinya telah ia pertaruhkan demi kita bisa hadir dan melihat dunia ini. Ibu juga telah mengurus kita dengan hati yang tulus. Bahkan terkadang, ia sampai lupa mengurus dirinya sendiri.

Kumpulan Puisi Ibu yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
hipwee.com

Mulai dari mengurus berbagai hal dan memastikan semua yang ada di rumah dalam keadaan baik-baik saja adalah tanggung jawab seorang ibu. Memang perannya bukanlah seperti seorang ayahh yang membanting tulang dan bekerja keras demi terpenuhinya kebutuhan keluarga. Tanggung jawab yang diemban seorang ibu tidaklah main-main.

Apa pun yang telah dilakukannya, tidak akan pernah bisa kita membalasnya dengan apa pun. Kamu perlu tahu, satu-satunya yang ia inginkan hanyalah melihat anaknya bahagia. Coba deh sesekali bertukar peran dan buat ibumu tersenyum lewat puisi untuk ibu tercinta yang menyentuh hatinya seperti yang akan Seruni bagikan di bawah ini.

Puisi Tentang Ibuku

Melalui puisi berikut ini, mungkin kamu bisa mengutarakan ucapan terima kasih, dan rasa sayangmu kepada ibu. Meskipun, puisi ini tidaklah sebanding dengan apa yang telah ibu lakukan dan korbankan. Sebab, kamu harus tahu, bahwa surga di bawah telapak kaki ibu, oleh karenanya, hormati dan sayangilah ibu kalian selaga ia masih ada di dunia ini.

1. Tangisan Air Mata Bunda

Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu
Dertia siang dan malam menimpamu
Tak sedetik pun mengehentikan caramu
Untuk bisa memberi harapan bagiku

Seonggok cacian selalu menghampirimu
Secercahan hinaan tak peduli bagimu
Selalu kau teruskan cara untuk masa depanku
Mencari harapan baru kembali bagi anakmu

Bukan setumpuk emas yang kau inginkan dalam kesuksesanku
Bukan gulungan duit yang kau minta di dalam kesuksesanku
Bukan pula sebatang perunggu di dalam kemenanganku
Tapi, permohonan hatimu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata terhadapku
Aku menyayangimu saat ini dan pas aku tak kembali bersama denganmu
Aku menyayangimu anakku bersama dengan ketulusan hatiku.

Oleh: Monika Sebetina

2. Ibu

Beredar bintang di garisnya
Bulan bercahaya pada lintasnya
Waktu bergulir dalam takdirnya

Aku…
Terlahir dari manusia hebar
Menyayangi tanpa batas
Mendampingi di semua kisahku

Kau…
Perempuan terbaik dalam kerajaanku
Motivasi terbaik di setiap lika-liku hidupku

Ibu…
Aku mencintaimu
Terima kasih untuk semua waktu dan lelahmu

Ibu…
Aku mencintaimu

Oleh: Yulis Marika

3. Bunda Tercinta

Bunda…
Engkau pecahkan kegelisahan yang tetap membuatku jatuh
Engkau bagai penopang raga yang mulai runtuh
Engkau berikan semua yang kami butuhkan
Tapi kami, seketika kami butuh pun kami belum menyadari

Bunda…
Kau buang waktumu tanpa penat untuk kamu
Kau buat kasih sayangmu jadi rutinitas yang sering kami lupakan
Engkau berikan tanpa kami minta
Engkau gugurkan siraman kasih yang tak ada tandingnya

Bunda…
Andai perasaan ini sepeka hatimu, setegas kasihmu
Semampu dan tetap tersedia untuk kami anakmu
Kan kurubah segala yang jadi kesalmu
Kan kucoba merangkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku

Di atas langit yang tak terbatas
Kau topangkan kasihmu tanpa mulai lelah
Terima kasih, Bunda…
Terima kasih sudah menjagaku hingga sementara ini
Memberikanku cinta tanpa putus asa
Dengan cintamu, aku merasakan kemampuan yang sungguh luar biasa

Oleh: Anonim

4. Syair untuk Bunda

Sepetik syair kunyanyikan
Padamu yang penuh kasih
Dengan nada penuh syukur
Atas tetesan kasihmu padaku

Kau hapus sedihku
Beriku tiap mimpi yang indah
Dengan doa, kau ajariku berbudi

Namun, apa daya kuberi bagimu
Bahkan, seribu bintang tak sanggup balas cintamu
Yang kuberi hanyalah tangan dan kecewa bagimu

Dengarkanlah syair ini
Hingga kudapat ampunan darimu
Hingga kudapat katakan
Kumencintaimu, Bunda…

Oleh: Rina

5. Dari Kartini untuk Ibuku

Raga Kartini telah lama pergi ke pangkuan Ibu Pertiwi
Namun, jiwa juang ambisi Kartini tak berarti gugur bersama jasad
Melainkan bersemayam pada sosok diri
Seorang ibu bukan dari darah biru ia disusui
Membawa pesan dan amanah dari Kartini

Padaku ia berjanji
Untuk mengehantarkan pada gemilang prestasi
Ia juga jadi benteng bagi diri ini
Di tengah krisis moral globalisasi
Tentu dikata ia sebanding Kartini

Baginya, Kartini ialah sang inspirasi
Yang menjembatani jadi seorang insan berdikari
Bukan imbal jasa yang ia cari
Hanya keberhasilan bagi sang generasi
Juga ridha dari Sang Illahi

Oleh: Wahyu Eka Nurisdiyanto

6. Jauh Lebih Bermakna

Telah berjuta kata coba kurangkai
Ketika inginnya hati menggambarkan
Lautan tinta telah kuhabiskan
Ketika tangan kotorku inign tuliskan

Sektika, tubuhku mematung pas yang seakan berhenti
Jiwa yang bergejolak mencampur adukan rasa
Aku tak bisa, apa yang sulit dari merangkai kata?
Begitu sulitkan menulis?
Tidak! Ternyata bukan itu

Karena berapa dan sindah apa pun, kata yang kurangkai
Sebanyak apa pun tinta yang kuhabiskan
Kasihmu jauh melebihi itu
Semua tentangmu, jiwa yang suci itu

Sebuah penghargaan yang ingin kuberikan
Walau jauh berbanding bersama dengan tulusnya kasihmu itu
Apalah makna sebuah kronologis kata ini
Kasihmu itu jauh lebih bermakna

Karena engkau, aku mengerti hidup ini
Kau itu bagaikan mentari
Kau yang menyinari siangku
Dan memberikan sinarmu terhadap bulan untuk menerangi malamku

Aku menyayangimu, Ibu…

Oleh: Taufiq Ridho

Puisi Ibu Sedih Menyentuh Hati

Puisi merupakan salah satu seni yang cocok untuk mengungkapkan atau menggambarkan perasaan terhadap seseorang atau terhadap siapa pun. Maka dari itu, beriku ini Seruni sajikan kumpulan puisi ibu sedih, menyentuh hati, dan bikin para pembacanya meneteskan air mata. Sekaligus bisa mewakili perasaamu terhadap ibu tercinta.

7. Mata Air Cinta

Ibu…
Memelukmu adalah kenyamananku
Melukis senyummu adalah keinginanku
Mencintaimu sudah tentu kewajibanku

Namun terkadang
Melawanmu menjadi kebiasaanku
Bahkan aku menyiakanmu
Dan melupakanmu sebagai seorang ibu
Tanpa kusadari begitu teririsnya hatimu

Harusnya aku menjadi pelindung
Bukan menjadi anak yang tak tahu untung
Harusnya aku menjadi anak yang penurut
Bukan menjadi anak yang banyak menuntut

Aku masih sangat ingat
Ketika tak ada biaya tuk berangkat
Dari kampung menuju perkotaan yang padat
Waktu itu hujan begitu lebat

Kakimu kau paksa menapak
Hanya bermodal payung rusak
Ibu menjelajah rumah ke rumah dengan terisak

Tak peduli petir menyambar
Ibu tetap berjalan dengan sabar
Meski tubuhmu sudah ebrgetar
Ibu masih mengetuk pintuk warga sekitar

Terima kasih Sang Pencipta
Kau beri seorang wanita tangguh
Yang selalu mengusap air mata
Ketika kudilanda derita
Yang punya hari sebening permata
Dan yang menjadi mata air cinta

Oleh: Boby Julianto Siallagon

8. Bocah Nakal

Kutatap wajahmu di keremangan malam
Wajah tuamu yang mulai kusam
Kulihat dengan jelas kerut keningmu
Yang dulu tak pernah tampak

Tanganmu yang kuat
Kian lemas seiring usia
Langkahmu yang dulu tegap
Kini rapuh dan membungkuk

Maafkan aku, Ibu
Di saat semua orang berpikir aku telah dewasa
Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah
Aku masih menyuguhkanmu cerita duka

Yang kelak akan jadi gurauan manja
Kala aku jadi anakmu yang berguna

Oleh: Angel Heart

9. Pulanglah Ibu

Tubuhmu kaku
Matamu kaku
Mulutmu Membisu
Nafasmu terhenti sudah

Aku tahu
Ibu telah pergi ke alam sana
Yang tak pernah ada dalam bayanganku
Juga kudengar bisikan

Oh ibu
Tak lama ibu telah terkubur di tanah merah
Hanya sendiri
Dukau ibu pasti tau menjelar sekujur tubuh
Biarlah ibu pulang dengan tenang

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarahi
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melwan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecera
Di bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia obati dengan penawar dan semangat
Dan bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun, tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu

Ibu
Aku sayang padamu
Tuhanku, aku mohon padaMu
Sejahterakanlah dia, selamanya

Oleh: Anonim

10. Maafkan Aku, Ibu

Akulah sang pengukir mimpi
Yang menghendaki pergi berasal dari sunyi
Yang hanyut oleh gelisah
Dan ditelan rasa bersalah

Ibu, kaulah matahariku
Terang dalam gelapku
Kau tuntun aku di jalur yang berilku
Yang penuh oleh batu

Ucapanmu bagaikan kamus hidupku
Aku bertedih dalam naungan doamu
Memohon ampunan darimu
Karena ridho Allah adalah ridhomu

Aku senang memilikimu, Ibu
Karena engkau sinar hidupku
Kaulah kunci berasal dari kesuksesanku
Ibu, maafkan aku

Oleh: Anonim

11. Rindu Ibu

Wajah lembut penuh kasih sayang
Senantiasa menemani di saat ketakutan
Selalu ada di saat aku menangis kesakita
Taka pernah lelah hadapi kenakalan demi kenakalan yang kubuat
Hanya tersenyum ketika semua orang memarahiku

Ibu
Aku merindukan saat-saat itu lagi
Aku menginginkan kau temani aku lagi seperti dulu
Semenjak ibu tiada
Tak ada lagi yang mampu menopang hidupku
Rasanya tak sanggup aku beridiri

Bu, aku sungguh belum siap hadapi dunia yang kejam ini tanpamu
Bahkan aku tak pernah mencoba hidup tanpamu
Bu, apa ibu marah padaku?
Apa aku sudah terlalu menyusahkanmu?
Apa ibu benar-benar lelah?

Semenjak terakhir kepergianmu, ibu tak pernah lagi datang
Tak pernah sekalipun walau hanya dalam mimpi

Ibu
Aku ingin bertemu hanya sekejap saja
Belum sempat kuucapkan terima kasihku
Belum sempat kukatakan aku sangat mencintai ibu

Bu, kumohon datang sebentar saja
Peluk aku dan katakan ibu juga sangat menyayangiku
Aku sungguh sangat merindukamu, Ibu

Oleh: Handrika Suci

12. Puisi Ibu

Di punggungmu kubersandar dari rasa lelahku
Di pelukanmu kuberbaring dari rasa sesalku
Telah jauh jarak yang memisahkan kita
Membentang kerinduan di dalam hati

Aku merindukanmu, Bunda
Telah kucuba mengumpulkan keindahan dunia
Untuk ganti kehadiranmu
Telah kucoba mencari yang terbaik
Untuk mengisi kerinduakanku

Namun, semua itu tiada guna
Karena kau taidak bisa tergantikan juga

Aku merindukanmu, Bunda
Dunia takkan mampu menggantikanmu
Dunia takkan bisa mengusikmu
Hanya kau bunda yang selalu di dalam hatiku
Hanya kau bunda yang selalu ada di dalam kepalaku

Aku merindukanmu, Bunda
Dunia pun tidak berarti dengan kehadiranmu
Dunia tidak bisa menopang hati
Dan luasnya kasih sayangmu
Karena kaulah yang memperintah hidupku

Begitu indah setiap detik dalam pelukanmu
Begitu indah setiap detik di dalam pangkuanmu

Aku merindukanmu, Bunda
Rasa rinduku padamu takkan bisa dikalahkan waktu
Rasa sayangku padamu tidak akan bisa dikalahkan jarak
Aku akan menemuimu segela setelah menyelesaikan tugas-tugasku

Oleh: V.F

Puisi Ibu Singkat Menyentuh Hati

Berikut ini, adalah kumpulan puisi untuk ibu yang paling singkat. Sebab, kesungguhannya untuk mmebuat hati kita tersentuh itu, tidak perlu melalui teks yang panjang, cukup dengan pusisi singkat berikut ini, dijamin kamu akan sedih dan makin sayang sama ibumu.

13. Kesunyian Ibu

Dahinya adalah jejak sujud yang panjang
Perjalanan waktu membekas di pelupuk matanya
Derai air mata di pipinya teleh mengering
Tanpa sisa, tanpa ada yang menduga

Ia memilih jalan sunyi untuk bertanya
Hiruk pikuk untuk tersenyum di beranda deita
Menjerit saat lelap berkuasa beroda bukan untuk dirinnya

14. Ada Engkau Ibu

Ada engkau ibu
Dalam gigil yang mengikis

Ada engkau
Mendekap hangat hati
Dalam tangis meringis
Engkau datang menghapus perih
Kala sepi merajai

Ada engkau membersamai
Engkau suguhkan cinta
Meski hatimu sengsara
Ada tawa yang selalu mekar di wajahmu

Ada kasih lewat belaianmu
Aku percaya dan aku bahagia
Karena ada engkau, Ibu

Oleh: Anonim

14. Bunda

Bunda…
Dikala kusebut namamu
Tampak olehku wajah manismu
Senyummu menyiratkan kasih sayang
Sinar matamu melambangkan ketulusan

Bunda…
Kau laksana sang surya
Menerangi relung-relung jiwa
Kau bagaikan embun pagi
Menyejukkan kedamaian hati

Oh Bunda…
Jasamu tiada tara
Manjamu melambangkan cinta
Meski kini kau telah tiada
Bayangmu selalu menyapa
Kasihmu hidup sepanjang masa

Oleh: Anonim

15. Tak Pernah Beristirahat

Di atas tempat tidurku, kau mengasihiku
Di dapur, kau koki terbaik
Di mana-mana, kau dokter terhebat
Tak pernah beristirahat

Di luar, kau melatihku
Di taman, kau pelindungku
Di sekolah, kau penjagaku
Tak pernah beristirahat

Aku tak pernah menyadari
Semua yang kau lakukan, banyak sekali
Kini izinkan aku, mengatakan cinta padamu
Cinta yang sangat tulus

Terima kasih atas semuanya, Bu
Kerja keringatmu di setiap waktu
Merawat dan menjagaku
Tak pernah lelah

Oleh: Anonim

16. Telah Tiada, Aku Terlambat

Ketika aku kecil,
Aku masih di pangkuamu
Aku tak paham saat itu
Apa saja yang kau tuturkan
Apa saja yang kau lakukan padaku

Aku tak paham saat itu,
Bagaimana pengorbananmu
Kau selalu mengajariku kebenaran
Hingga aku dewasa kini

Dan kini, aku sadar
Tapi sayangnya, kau sudah tak ada
Aku merindukanmu, Bu

Oleh: Anonim

Puisi Ibu Tersayang

Ibu adalah sosok yang paling dicinta dan disayangi oleh anaknya. Bagi kamu yang inign memberikan puisi kepada ibu sebagai salah satu tanda bahwa kita sayang dan cinta kepadanya. Berikut Seruni berikan contoh puisi ibu tercinta paling menginspirasi

17. Cuma Ibu yang Tahu

Saat ibu baru saja memejamkan mata
Oecahlah tangisan si kecil dengan nyaringnya
Dalam keadaan mengantuk
Anak pun harus di gendong sepenuh cinta

Bagaimana rasanya? Cuma ibu yang tahu
Rasanya, saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja
Ketika suapan pertama, anak pup di celana
Bagaimana rasanya? Cuma ibu yang tahu

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga
Ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada
Mumpun anak-anak sedang anteng di kamar
Belum sempat sabunan, anak sudah menangis
Berantem rebutan boneka

Kacaulah acara mandi ibu, langsung handukan
Walau daki masih menempel di badannya
Bagaimana rasanya? Cuma ibu yang tahu

Saat ibu ingin beribadah dengan khusyuknya
Anak-anak mulai mencari perhatian
Menarik-narik mukena
Mengacak-acak lemari baju
Mumpung ibu tak berdaya

Loncat sana loncat sini
Punggung ibu jadi pelana
Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Aaahh…
Dibalik kerepotan itu semua
Namun ada jua syurga didalamnya

Cuma ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak
Yang diberikan
Pelukan anak…
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana
Dihadapan orang, namun berubah menjadi intan
Permata di mata ibu

Itulah mengapa?
Saat anak bahagia, ibu menangis…
Anak berprestasi, ibu menangis…
Anak tidur lelap, ibu menangis…
Anak menikah, ibu menangis…
Anak wisuda, ibu menangis…
Anak wisuda TK aja, ibu menangis…
Anak tampil di panggung, ibu menangis…

Aahh…
Inikah tangis bahagia yang tak akan
Dapat dimiliki siapapun jua
Jika engkau tak mengalaminya
Sendiri sebagai ibu
Mungkinkah ini bagian dari surga milikNya
Yang diberikan kepada seluruh ibu
Sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa?

Oleh: Khofifah Indar Parawansa

18. Mama

Matamu sayu menyambut pagi
Sebab, semalam kau pulang dini hari
Selalu bersimpuh kepada Sang Illahi
Untuk memberkahi hari ini

Senyummu selalu berkembang
Setiap menyambut kami
Peluhmu kau keringkan setiap memeluk kami
Bibirmu selalu menyentuh pipi
Setiap meninggalkan kami
Tak memberikan nestapa menghantui

Tapi, kesenangan itu pasti menjerit dalam hati
Bila sedang tersakiti
Ini hanya tulisan
Yang tak perlu dipuji
Ini hanya tulisan
Yang tak sebanding dengan perjuanganmu hingga kini

Mungkin aku bukan anak yang berbakti
Tapi aku punya cinta dalam hati
Yang selalu terukir setiap hari
Tak akan berdasar jika kau selami

Oleh: Anonim

19. Doa untuk Ibu

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan tanpanya
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tak pernah letih menasihatiku
Dia yang selalu menemani

Dialah Ibu
Orang yang selalu menjagaku
Tanpa dia, aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpanya, aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
Walaupun engkau selalu memarahiku
Aku tahu, itu bentuk perhatian darimu
Itu menandakan kau peduli denganku

Ya Allah
Berikanlah kesehatan pada ibuku
Panjangkanlah umurnya
Aku ingin membahagiakannya
Sebelum aku atau dia tiada

Terima kasih, Ibu
Atas apa yang telah kau berikan padaku
Aku akan selalu menyayangimu

Oleh: Anonim

20. Cinta Ibu Tak Terkira

Cintanya sungguh tak terkira
Sarat akan hikmah kata-kata mutiara
Penuh makna di setiap nasihatnya
Halus lembut belai kasihnya

Tentang jarak yang terpisah dengan buah hatinya
Tak lantas menunjukkan air matanya
Sesungguhnya tak karuan tanggung pedihnya
Kala harus berpisah dengan buah hatinya

Tak pernah lelah dia memanjatkan doa
Walau kadang kita pun lupa akannya
Tak pernah pula bersumpah bala
Walau tutur dan sikap menyakitinya

Doanya laksana anak panah
Oleh-Nya mudah dijabah
Dia laksana bidadari sederhana
Yang tak perlu kita puji tuk memberikan yang sempurna

Oleh: Anonim

Puisi Ibu dan Ayah

Ibu dan ayah adalah orangtua yang sudah membesarkan kita hingga dewasa. Sebagai anak, ita wajib membalas semua jasa mereka yang sudah diberikan kepada kita. Ibu yang sudah melahirkan, dan ayah yang sudah membersarkan kita. Untuk itu, selain doa yang kita panjatkan, kita bisa mengungkapkan kasih sayang melalui puisi ayah dan ibu untuk mereka.

21. Orang Tua Istimewa

Aku senang!
Aku mengembara
Banyak sekali manusia
Tapi, kau tetap orang tuaku
Mereka tulus menemaniku
Mereka istimewa

Meski mengembara
Meski banyak manusia
Kau tetap di hatiku

Dengan tulus kukatakan
Aku sayang kalian
Kalian istimewa

Meski aku mengembara
Meski aku menemui banyak orang
Kalian tak ada yang menandingi
Kalian istimewa

Kalian adalah guruku
Kumpulan ilmu dari kalian kugunakan
Cambuk dan ajaranmu selalu kuingat
Itu semua demi masa depanku

Oleh: Anonim

22. Bahagia Bersamamu

Betapa bahagia bersamamu
Tumbuh dan besar dalam pelukan cinta
Sehingga hatiku,
Selalu dipenuhi dengan kasih sayang

Tak ingin lepas
Dari dunia yang penuh dengan kahangatan
Ibu, Ayah, terima aksih untuk setiap cinta untukku

23. Aku Tahu, Ayah Mencintaiku

Aku tahu pelukanmu
Tak sehangat pelukan ibu
Tapi, setiap kerja kerasmu
Telah memelihara diriku dari setiap kesulitan

Aku tahu begitu sulitnya
Menghadapi kehidupan
Namun, engkau tak pernah lelah
Memperjuangkan kebahagiaan
Bagi setiap anak-anakmu

Oleh: Anonim

24. Untuk Kalian Berdua

Cintamu, kasihmu, kau berikan padaku
Tulangmu, keringatmu, kau berikan padaku

Meski lelah, kau tetap tersenyum
Meski aku sering berbuat salah
Kau tetap memberikan senyum dan cinta
Tak pernah sedikit pun meminta balasan

Aku tahu, semua itu agar aku bahagia
Kau adalah cahaya, kau adalah pelita
Kau adalah penuntutn jalanku
Maaf, jika aku belum bisa membalas
Semua pemberianmu untukku

Tapi aku janji, doaku selalu menyertaimu
Agar kau bahagia menjalani masa tua
Agar kau selalu tersenyum
Meskipun tak sebesar apa yang kau beri padaku

Ibu, kau adalah bulanku
Yang selalu di hatiku
Ayah, kau adalah mentariku
Yang selalu menyinariku

Ayah, ibu…
Aku mencintai kalian
Seperti aku mencintai Tuhan

Semoga Tuhan memberikan kebaikan pada kalian
Di taman yag indah nanti

Oleh: Anonim

25. Kau Hebat, Yah

Tak peduli dengan matahari yang membakar kulitmu
Tak peduli tanah yang menyentuhmu
Kelelahanmu adalah langkahmu, ayah

Sakit hatiku, melihat peluhmu
Sakit hatiku, mendengar sengal nafasmu

Ayah, badanmu yang dulu kekar
Kini habis termakan peluh
Kulitmu yang dulu lembut
Kini dipenuhi kesakitan

Ayah, tanah dan lelahmu bagai bajumu
Kesal dan pusingmu adalah makananmu
Letih dan lunglaimu adalah minumanmu

Ayah, aku salut
Atas semua yang kau lakukan
Aku kagum, dengan semua perjuanganmu
Semua itu untuk istri dan anakmu tercinta

Oleh: Anonim

Baca Juga: Kumpulan Puisi Pahlawan Kemerdekaan Indonesia yang Menyentuh Hati

Itulah kumpulan puisi untuk Ibu tercinta yang menyentuh hati. Sudah tahu puisi yang mana yang akan kamu berikan kepada ibu di rumah? Pastikan ia tak hanya mendapatkan puisi yang bisa membuatnya menangis terharu, ya. Beri ia pelukan hangat sebagai tanda bahwa kamu begitu menyayanginya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.