Mahar Pernikahan Bukanlah Segalanya, Berikut Faktanya!

hipwee.com

Seruni.id – Hal yang berkaitan dengan mahar pernikahan memang selalu mendatangkan kontroversi. Bagaimana tidak? Banyak timbul pemikiran yang mengarah pada berharga tidaknya seorang wanita bergantung pada mahar pernikahannya. Bahkan lebih parahnya lagi, banyak pemikiran yang kemudian menyangkut-pautkan antara pendidikan yang diperoleh si wanita menjadi faktor penentu mahar yang diterimanya.

olx.co.id

Hal ini tentu harus diluruskan kembali mengingat dalam aturan yang mengikat tentang pernikahan sebenarnya telah jelas mengatakan bahwa mahar itu adalah pengikat. Maka bisa dikatakan, besar kecilnya mahar itu bukanlah suatu yang bisa disangkutpautkan dengan aspek materi.

Oleh karenanya perlu pemikiran bijak akan hal tersebut. Jangan sampai seorang wanita hanya terobsesi dengan nilai mahar. Ada fakta yang harus kamu tahu tentang sebuah mahar, yakni sebagai berikut:

Mahar Adalah Sesuatu yang Dikeluarkan Lelaki Sebagai Pengikat atau Pinangan

Menurut KBBI mahar adalah pemberian wajib berupa uang atau barang dari mempelai laki-laki kepada mempelai wanita ketika dilangsungkan akad nikah. Sedangkan secara Islam mahar atau mas kawin ialah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan. Jadi, sebenarnya apapun bentuk dan besarnya mahar seharusnya sah-sah saja, karena tidak ada ketentuan khusus yang mengatur.

Mahar itu Pengikat, Bukan Simbolis untuk ‘Membeli’ Wanita

Mahar adalah sebuah bukti bahwa lelaki serius melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, dan kemudian wanita yang menerima pun rasanya sudah terikat dengan si lelaki, yaah one step closer lah ya untuk jadi miliknya. Tapi, mahar itu bukan berarti sebuah alat tukar untuk membeli wanita agar menjadi miliknya, sebab wanita tercipta bukan untuk dijual dengan seharga mahar. Berapapun nilai harga mahar yang diberikan, ia tetap sangat berharga, karena yang dinilai bukan kadar harta, tapi makna cinta, ketulusan, niat baik dan keseriusan yang terpatri di dalamnya.

Masih Banyak Orang yang Bangga Jika Bisa Memberi Atau Mendapatkan Mahar Banyak

Pendeklarasian cinta suci yang akan dibawa hingga akhirat nanti malah diselipi rasa bangga diri dengan besaran mahar yang nominalnya selangit, hanya agar dipuji orang. Dapat ujaran yang membanggakan dari kebanyakan orang. Jika sang lelakinya mampu dan ikhlas memberikan kepada wanita, tidak menjadi masalah.

Menurut Rasullullah, Sebaik-baiknya Wanita Adalah yang Ringan Maharnya

Rasulullah menyuruh kita agar tidak mempersulit pernikahan dengan keberadaan mahar pernikahan, sehingga beliau bersabda :

” Sebaik-baiknya wanita adalah yang maharnya paling ringan”, dan tentunya sebaik-baik lelaki adalah yang mengharhai wanitanya. Nah kan, Rasulullah saja bilang mahar sederhana dan ringan malah mencerminkan wanita baik karena tidak mempersulit lelaki yang berniat menikahinya.

Tapi, mahar banyak juga mencerminkan laki-laki yang cinta pasangannya. Rasulullah adil ya. Bahkan, Rasulullah juga pernah memberi solusi umatnya yang sedang ingin memberi mahar namun tak punya harta, dengan memberikan si wanita cincin dari besi. Jadi, banyak sedikitnya mahar itu semuanya baik. Tinggal syukuri dan berbaik sangka aja.

Baca Juga: Inilah Wanita dengan Mahar Termahal di Dunia

Mahar pernikahan adalah bukti keseriusan. Tanamkan itu dan turunkan ke anak cucumu sehingga terciptalah generasi depan manusia-manusia yang tidak hanya memandang sesuatu dari soal harta, tapi dari niat dan ketulusan.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.