Mengapa Membuat Kue Bisa Redakan Stres dan Rasa Cemas?

  • Bagikan
Mengapa Membuat Kue Bisa Redakan Stres dan Rasa Cemas?
lifestyle.okezone.com

Seruni.id – Kamu adalah salah satu orang yang gemar membuat kue? Ada kabar bahagia nih, ternyata membuat kue bisa redakan stres dan cemas, loh. Kenapa bisa, ya? Temukan jawabannya berikut ini, yuk!

Mengapa Membuat Kue Bisa Redakan Stres dan Rasa Cemas?
suara.com

Selama pandemi ini, aktivitas di luar rumah menjadi berkurang. Karena hal tersebut, tak sedikit orang yang justru stres dan merasa cemas. Sebab, berkurangnya aktivitas di luar rumah, berkurang pula sosialisasinya. Bagi kamu yang sedang mengalaminya, kamu bisa nih mencoba terapi baru. Siapa sangka ternyata membuat kue bisa redakan stres dan rasa cemas.

Bukan karena hasilnya, melainkan proses pembuatan kue yang akan menjadi terapi untuk mengurangi stres dan kecemasan berlebih. Lantas, apa alasannya membuat kue baik bagi otak, suasana hati, dan kesehatan mental? Berikut alasannnya:

1. Mengikuti Langkah demi Langkah Dapat Melatih Konsentrasi

Pernah mendengar istilah mindfulness? Mindfulness adalah di mana individu benar-benar hadir dan terkoneksi penuh terhadap sebuah aktivitas tanpa terdistraksi dengan aktivitas lainnya. Mindfulness dapat dilatih dengan cara sederhana, seperti membuat kue misalnya. Sebab, membuat kue dapat melatih fokus dan konsentrasi seseorang, karena mengikuti setiap langkah yang diinstruksikan itu memerlukan perhatian.

Untuk menghasilkan kue yang enak, kreatifitas dan koordinasi adalah dua hal yang diperlukan. Jadi, membuat kue bisa dikatakan sebagai kegiatan yang mindful, karena seseorang dapat fokus pada satu hal, di mana selain itu juga dapat membantu redakan stres dan rasa cemas. “Bakin ada zen”, begitulah kata seorang mantan penyiar televisi nasional yang berkegiatan membuat kue di akhir pekan untuk melepas stres dan penat.

2. Meningkatkan Rentetan Input Sensorik

Saat membuat kue, pasti kita akan menyentuh adonan, mencium adonan, melihat, bahkan mencicipi, apakah rasanya sudah pas atau belum. Semua itu merupakan bagian dari sensor tubuh saat membuat kue. Sensor tersebut dapat dimanfaatkan sebagai terapi yang bagus bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang memiliki ingatan kuat dengan sensor tersebut.

Memori episodik atau juga disebut sebagai memori otobiografi berkaitan dengan perjalanan proses dan perasaan kita dalam berbagai situasi kehidupan. Memori episodik juga berkaitan dengan sensasi pengalaman seperti mencium aroma roti yang sedang dipanggang atau sekadar merasakan lenturnya adonan roti ketika sedang diuleni.

3. Dapat Mengalihkan Stres

Alasan kenapa membuat kue bisa redakan stres dan rasa cemas adalah karena hal tersebut dapat meningkatkan kesadaran tubuhmu. Misalnya ketika kamu memegang mixer, suasana hatimu pun akan berubah. Kegiatan kreatif juga akan mengalihkan pikiranmu, yang semula stres dan cemas, akan berubah menjadi fokus dengan apa yang sedang dikerjakan. Sederhananya, membuat kue bisa mengalihkan perhatianmu dari hal-hal yang menyebabkan stres dan cemas.

4. Membuat Adonan Kue adalah Hal yang Menyenangkan

Membuat adonan kue, mulai dari mencapur bahan, mengukur, dan menghias kue dapat menciptakan ketenangan dan mengurangi stres. Ketika kamu sedang menghias kue dan menginginkan hasil yang sempurna, tentunya kamu tidak ingin dong konsentrasimu terpecah?

5. Memiliki Rasa Kendali Atas Sesuatu Membantu Meredakan Cemas Berlebih

Saat membuat kue, cobalah perhatikan berapa total waktu yang dibutuhkan, mulai dari menyiapkan bahan-bahan hingga selesai. Hal ini bukan hanya berkaitan dengan ketepatan waktu atau kesesuaian jadwal, tapi juga untuk melihat level stres yang kamu alami. Membuat kue memiliki waktu tertentu sejak dimulai hingga kue tersebut jadi, inilah yang membuat seseorang memliki rasa kendali terhadap dirinya dan bisa menyingkirkan stres serta depresi.

Namun, membuat kue bukan merupakan bentuk efektif dari perawatan diri jika seseorang yang melakukannya kemudian memakan kue, tart, brownies, atau bolu setiap hari. Ingatlah bahwa nutrisi merupakan komponen utama yang berpengaruh pada rasa dan fungsi tubuh, lagipula apa yang kita makan sangat terhubung pada kesehatan mental kita.

Baca Juga: 7 Jenis Whisk dan Fungsinya, yang Suka Membuat Kue Wajib Paham!

Jadi, itulah alasan mengapa membuat kue merupakan kegiatan yang menyenangkan, dapat redakan srtes dan rasa cemas, tapi sebaiknya lakukan secara seimbang antara bahan-bahan dan bagaimana kue tersebut dikonsumsi. Agar membuat kue menjadi bentuk terapi yang efektif, maka buatlah kue lalu cicipi dan bagikanlah sisanya dengan orang lain.

  • Bagikan
seruni.id