Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Cerpen Persahabatan Terbaru

  • Bagikan
Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Cerpen Persahabatan Terbaru
rukita.co

Seruni.id – Cerpen persahabatan kerap mengulas kisah-kisah persahabatan antara satu orang dengan yang lainnya. Tidak hanya anak-anak, ternyata orang dewasa pun masih suka membaca cerpen tentang persahabatan, loh.

Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Cerpen Persahabatan Terbaru
popbela.com

Cerpen persahabatan tak pernah gagal menyajikan kisah yang menarik. Sebab tentunya, ada cerita unik di balik persahabatan itu sendiri. Namun, sebelum Seruni memberikan contoh cepen, kami akan menjelaskan lebih dulu apa itu cerita pendek.

Pengertian Cerpen

Cerita pendek alias cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktik. Cerita tersebut cenderung padat dan langsung pada tujuannya, dibandingkan dengan karya fiksi launnya yang lebih panjang. Contohnya nocella (dalam pengertian modern) dan nocel. Karena ceritanya begitu singkat, cerpen tak pernah gagal mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa, dan insight secara lebih luas, dibanding fiksi yang lebih panjang. Dan ceritanya bisa dalam berbagai jenis.

Cerita pendek sendiri berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.

Sejarah Cerpen

Cerita pendek berawal dari tradisi penceritaan lisan, yang kemudian menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti lliad dan Odyssey karya Homer. Kisah tersebut lalu disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama. Lantas, apa fungsi dari irama tersebut? Nah, irama tersebut berguna untuk menolong orang, agar mereka ingat dengan kisah yang diceritakan.

Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini dipusatkan pada naratif-naratif individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Keseluruhan kisahnya baru terlihat apabila keseluruhan bagian cerita tersebut telah disampaikan.

Pada umumnya, fabel merupakan cerita rakyat yang di dalamnya teselipkan pesan moral. Konon, sejarahwan asal Yunani Herodutus menganggap temuan seoang budak Yunani bernama Aesop pada abad ke-6 SM (meskipun ada kisah-kisah lain yang berasal dari bangsa-bangsa lain yang dianggap berasal dari Aesop). Fabel-fabel kuno ini kini dikenal sebagai Fabel Aesop.

Meski demikian, namun ada pula yang memberikan pengertian lain terkait istilah fabel. Bahkan, dalam khazanah Sastra Indonesia, kerap didefinisikan sebagai cerita tentang bintang sebagai tokoh utamanya. Cerita fabel yang populer misalnya Kisah Si Kancil, dan sebagainya.

Selanjutnya, jenis cerita berkembang meliputi sage, mite, dan legenda. Sage merupakan cerita kepahlawanan. Misalnya Joko Dolog. Mite atau Mitos lebih mengarah pada cerita yang terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat tentang sesuatu. Contohnya Nyi Roro Kidul. Sedangkan legenda mengandung pengertian sebagai sebuah cerita mengenai asal usul terjadinya suatu tempat. Contoh Banyuwangi.

Sedangkan, bentuk kuno dari cerita pendek lainnya, yakni berupa anekdot, yang populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpaan, yakni cerita realistis yang singkat, mencakup satu pesan atau tujuan. Tak sedikit anekdot Romawi yang bertahan, belakangan dikumpulkan dalam bentuk Gesta Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.

Di Eropa, tradisi bercerita lisan mulai berkembang menjadi cerita-cerita tertulis pada awal abad ke-14, terutama sekali dengan terbitnya karyaGeoffrey Chaucer Canterbury Tales dan karya Giovanni Boccaccio Decameron. Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah (yang merentang dari anekdot lucu ke fiksi sastra yang dikarang dengan baik), yang ditempatkan di dalam cerita naratif yang lebih besar (sebuah cerita kerangka), meskipun perangkat cerita kerangka tidak diadopsi oleh semua penulis. Di akhir abad ke-16, beberapa cerita pendek yang paling populer di Eropa adalah “novella” kelam yang tragis karya Matteo Bandello (khususnya dalam terjemahan Perancisnya). Pada masa Renaisan, istilah novella kerap digunakan untuk merujuk pada cerita-cerita pendek.

Kemudian, di pertengahan abad ke-17, Perancis terjadi perkembangan novel pendek yang diperhalus, “nouvelle”, oleh pengarang-pengarang seperti Madame de Lafayette. Pada 1690-an, dongeng-dongeng tradisional mulai diterbitkan (salah satu dari kumpulan yang paling terkenal adalah karya Charles Perrault). Munculnya terjemahan modern pertama Seribu Satu Malam karya Antoine Galland (dari 1704; terjemahan lainnya muncul pada 1710–12) menimbulkan pengaruh yang hebat terhadap cerita-cerita pendek Eropa karya Voltaire, Diderot dan lain-lainnya padaabad ke-18.

Ciri-Ciri Cerpen

Setelah membaca pengertian cerpen di atas, Seruni juga ingin memberikan kamu pengetahuan mengenai ciri-ciri cerpen yang harus kita ketahui, sebelum membuat sebuah karya. Adapun cirinya sebagai berikut:

• Alurnya sederhana

  • Latar dari cerita tersebut, hanya digambarkan sesaat dan dalam lingkup yang relatif terbatas
  • Pemeran atau tokoh yang sedikit
  •  Cerita terdiri dari tiga hingga 10 halaman
  • Hanya ada satu plot atau alur
  • Banyaknya tokoh terbatas atau kurang
  • Habis dibaca dalam sekali duduk
  • Watak dan tokoh diceritakan secara singkat

Unsur-Unsur Cerpen

Berikutnya, di dalam sebuah cerita pendek juga dibangun oleh berbagai macam unsur. Unsur tersebut dibagi menjadi dua, di antaranya adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Nah, untuk lebih jelasnya dari masing-masing unsur tersebut simak ulasannya berikut ini:

1. Unsur Instrinsik

Unsur Instrinsik adalah unsur pembangun cerita yang berasal dari dalam cerita itu sendiri, berikut macam-macam unsur Instrinsik.

Tema

Tema adalah titik tolak pengarang dalam menyusun sebuah cerita, pengarang menentukan tema sebelum mengarang pembaca menemukan tema setelah membaca seluruh cerita.

Alur/Plot

Alur/Plot merupakan rangkaian kejadian peristiwa yang disusun berdasarkan hukum sebab akibat. Jenis alur : alur maju, alur mundur dan alur campuran. Untuk tahap alur yaitu :

  • Pengenalan situasi cerita/permulaan/exposition
  • Pengungkap peristiwa (complication)
  • Menuju pada adanya konflik (rising action)
  • Babakperumitan
  • Puncak konflik (klimaks)
  • Bgian peleraian
  • Penyelesaian
Tokoh

Jenis-jenis tokoh:

  • Protagonis: Tokoh utama yang memiliki sifat baik
  • Antagonis: Seseorang yang menjadi tokoh penentang cerita, atau berperan sebagai musuh
  • Tritagonis: Tokoh pembantu, bisa jadi seseorang tersebut berperan sebaai protagonis maupun antagonis.

Penokohan

Penokohan merupakan proses pengarang dalam menampilkan tokoh. Cara pengarang menampilkan perwatakan tokoh:

  • Pemaparan sifat tokoh
  • Percakapan antar pelaku
  •  Ciri-ciri fisik tokoh
  • Gambar tempat tinggal tokoh
  • Lingkungan sosial
Kedudukan Tokoh

• Orang pertama: Berperan sebagai pelaku utama, pngarang sebagai pengamat tidak langsung, pengarang sebagai pengamat langsung.
• Orang ketiga: Sudut pandang serba tahu, sudut pandang terarah.

Latar
  • Waktu
  • Suasana
  • Tempat
Sudut Pandang (Point of view)

Sudut pandang merupakan cara pengarang menceritakan tokoh, terdapat tiga unsur sudut pandang, adalah sebagai berikut:

• Sudut pandang orang pertama; aku atau saya
• Sudut pandang orang ketiga; dia atau nama tokohnya
• Sudut pandang campuran; pengarang membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya

Amanat

Berikutnya adalah amanat, yang merupakan pesan yang disampaikan oleh mengarang kepada pembaca. Pesan tersebut disampaikan baik tersurat maupun tersirat amanat disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi cerita.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur Ekstrinsik adalah unsur yang tidak secara langsung melekat dan membangun cerita yang berasal dari luar, unsur ekstrinsik antara lain:

  • Latar belakang kehidupan sang pengarang, yang meliputi: Tingkat pendidikan, profesi/pekerjaan, status sosial ekonomi, pandangan politik, kepercayaan/agama/faham yang dianut pengarang dan lain-lain. Dan keadaan zaman pada saat karya sastra diciptakan merujuk pada situasi politik dan tingkat peradaban masyarakat saat karya sastra itu diciptakan (disarikan dari berbagai sumber).
  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Kondisi zaman, ketika karya sastra itu diciptakan

Contoh Cerpen Persahabatan

Setelah Seruni telah menjelaskan mengenai cerpen, mulai dari pengertian, ciri-ciri hingga unsurnya, berikut ini ada beberapa contoh cerpen persahabatan. Tentunya sangat menarik sekali jika kalian simak baik-baik.

1. Persahabatan di Sekolah

Sebuah kisah persahabatan dua gadis cilik. Mereka selalu saling menyayangi dan saling membantu satu sama lain. Persahabatan mereka terjalin sejak mereka duduk di bangku Taman kanak-kanak hingga saat ini duduk di bangku SMP.

Kemana pun selalu sama, kebetulan rumah mereka pun berada di kota yang sama. Membuat mereka juga saling mengunjungi rumah satu sama lain. Kedua keluarga mereka juga mengetahui kedekatan persahabatan kedua anak-anak mereka.

Suatu ketika ada teman mereka yang sangat tidak suka dengan persahabatan mereka. Karena satu hal, ia merencanakan agar dua anak tersebut saling membenci. Aisyah dan fitri tidak pernah bertengkar sama sekali selama bersahabat.

Esoknya mereka sekolah, Aisyah dan Fitri juga duduk bersama dalam satu meja. Apa –apa dikerjakan bareng, main juga bersama. Tiba-tiba Aisyah kehilangan jam tangan miliknya. Aisyah bertanya kepada Fitri. Apakah ia melihat jam kesayanganya itu

Lalu fitri juga ikut sambil mencari jamnya. Coba lihat dulu di tas kamu siapa tau terselip. Lalu Aisyah mencari jam dalam tasnya ternyata tidak ada. Dan mencari di tas fitri sendiri siapa tau terbawa sewaktu beberes buku saat belajar. Ternyata tidak ada juga

Hei jam kamu hilang, ya? Coba cek siapa tahu teman kamu sendiri yang mencurinya. Maksud kamu apa ya? Alah jangan sok suci lo. Coba periksa tasnya sekarang.

Fitri dan Aisyah bingung dan Reina merampas tas Fitri dan mengeluarkan isi tasnya terlihat ada jam miliknya . Mereka pun terkejut. Aisyah menuduh fitri mencuri jamnya dan ia sangat kecewa dengan fitri. Tanpa bicara apapun Aisyah menjauhinya namun akhirnya tetapi ternyata Aisyah mencari tau tentang kebenaranya ternyata Reina telah merekayasa jamnya dan akhirnya ketahuan. Akhirnya Aisyah dan fitri berpelukan kembali dan saling memaafkan. Sahabat ku tidak mungkin melakukan hal yang salah dan aku percaya itu.

2. Panggil Dia Rina

Namaku Kristina, aku duduk di bangku kelas 2 SMP. Aku punya sahabat yang menurutku lebih dari segalanya. Ke mana aja kita pergi, kita selalu bersama. Bahkan, meski kelas kami berbeda sekalipun, persahabatan tetap bisa berjalan dengan baik. Kami selalu mengisi kekurangan dan kelebihan satu sama lain.

Suatu ketika ujian sedang berlangsung Rina datang terlambat, lalu guru kami marah dan mengusirnya tanpa berkata apa-apa, kemudian Rina langsung pergi meninggalkan ruang kelas tanpa rasa ragu. Hatiku tidak tenang ingin berontak kenapa terlambat lagi sih padahal tadi pagi aku telfon supaya jangan terlambat aduh Rina.

Resting pun tiba aku lari kesana kemari mencari sahabatku entah dimana dia. Tepat di kantin pojok kutemukan dia dengan tenang sambil makan dan minum. Rina panggilku. dia pun menoleh kenapa sih terlambat kan tadi sudah aku telfon kamu. Dia tidak menjawab. Aku terus bicara Rina tatap aku kamu kenapa sih? Kenapa akhir akhir ini kamu bersikap seperti ini.

Tidak apa -apa. Semua baik-baik saja. Enggak pokoknya engkau harus bicara sekarang atau aku tidak akan menganggapmu sebagai sahabat lagi Rina tetap diam dan aku meninggalkannya. Diam-diam setelah pulang sekolah aku mengikuti Rina pulang aku ingin tahu siapa yang telah merubahnya. Dan akhirnya tiba di rumahnya aku melihatnya biasa saja bahkan di perjalanan tadi aku tidak menemukan siapapun yang ditemuinya. Sampai aku terdengar suara hentakkan yang sangat keras.

Aku kaget… Dan berusaha ingin tahu ada apa? Untuk mencari tahu dari balik pintu aku mendengar Rina dan ibunya sedang adu mulut hingga menghancurkan semua barang perabotan.

Keesokan pagi aku berdiri di balik pagar rumahnya. Hingga menunggu Rina keluar. Dan tak lama kemudia,n Rina keluar betapa kagetnya Rina melihat. Belum sempat mengeluarkan kata-kata aku langsung memeluknya. Mengapa engkau tidak pernah cerita apapun tentang kehidupan dan permasalahanmu bukankah engkau selalu membantuku selama ini aku menangis dan Rina pun bingung.

3. Sahabat yang Hilang

Masih lekat sekali dalam ingatanku, betapa keakraban selalu terjalin antara aku dan dia, sahabatku. Aku bukanlah orang yang mudah bergaul dan tidak mudah dekat dengan siapapun. Sedangkan sahabatku, ia membutuhkan sosok sepertiku, karena dia tidak percaya diri di sekolah. Kami saling membutuhkan dan menjadi sahabat. Sekolah bersama bermain dan segalanya bersama.

Tapi itulah meski ia sahabat kami adalah anak-anak yang mengikuti takdir yang dibawa dari keluarga kemana keluarga di situlah kami. Kami terpisah kelas 3 SMP aku harus melanjutkan sekolah di luar kota sedangkan ia merasa putus asa hingga akhirnya memutuskan sekolah di dekat rumah saja.

Tiba akhirnya ia datang ke rumahku setelah beberapa tahun lamanya tidak bertemu. Aku heran mengapa dia sangat merindukan aku. Laila namanya anak yang polos sama cupu nya dengan aku.. namun kegiatan aku saat SMA sangatlah banyak berbeda dengannya yang hanya sekolah dan dirumah.

Malam itu ia tidur di rumahku ia meminta fotoku dan membawanya pulang. Tidak ada yang diceritakan selain kehidupan sekolah masing-masing hingga tiba keesokan harinya aku mendengar dari ibuku kalau Laila nyaris bunuh diri karena hamil diluar nikah.

Aku bingung mau percaya atau tidak. Tapi itulah adanya. Mungkin itu yang ingin Laila sampaikan padaku malam itu namun mungkin Dia tak tau harus bagaimana. Kasihan dia aku sangat menyesal Mengapa aku tidak bertanya saat itu. Namun sudahlah itu takdirnya padahal 1 tahun lagi kami akan lulus SMA namun ia harus terputus karena cintanya.

4. Baik Luar Dalam

Di suatu siang yang cerah, dua orang gadis bernama Rara dan Tina tengah mengerjakan tugas sekolah di rumah Rara. Mereka mengerjakan dengan serius dan suasana nampak hening. Kemudian, seorang perempuan yang tidak lain adalah teman mereka berdua bernama Sinta. Namun, Rara seolah tidak mempedulikan kehadiran Sinta tersebut.

“Ra, itu di depan ada Sinta sedang nyariin kamu. Buruan kamu temui dia. Sudah sejak tadi dia nungguin kami di sana.” Ujar Tina yang tengah mengerjakan tugas di rumah Rara.

“Bi, bilang saja ke Sinta yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi kemana atau gak ada gitu ya.” Pinta Rara kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

“Iya Non. Bibi sampaikan.”

“Ra, kenapa kamu seperti itu sama Sinta. Dia pastinya sudah datang jauh-jauh. Kenapa kamu usir. Gak enak kan. Kasihan dia. Dia juga anak yang baik Ra.” Ujar Tina menasihati Rara.

“Dari luarnya dia memang orang yang baik, ramah dan juga manis. Tapi masa kamu mengukur sifat seseorang hanya dengan itu saja. Dia itu manis di luar namun di dalamnya pahit tahu.” Jawab Rara setengah sinis.

“Pahit gimana, Ra?” Ujar Tina kembali bertanya.

“Dia itu sering membicarakan keburukan orang lain. Bahkan di belakang ia sering membicarakan temannya sendiri. Pokoknya banyak yang tidak dapat aku jelaskan Tin. Lihat saja diri kamu. Kamu memang judes, ceplas ceplos denganku. Namun setidaknya kamu memiliki hati yang tulus Tin. Bukan sahabat yang dari luarnya baik namun dalamnya busuk. Dalam berteman, aku tidak membutuhkan tampilan luar seseorang, Tin.” Jelas Rara kepada Tina.

5. Persahabatanku Hancur Karena Cinta

Salah satu hal yang bisa membuat seseorang lupa akan segalanya yaitu cinta. Cinta membuat kita rela berkorban apapun yang kita miliki. Untuk wanita, menurutku lebih baik mencintai daripada dicintai. Jangan berharap seseorang yang belum tentu mencintai kita, tetapi terima orang yang mencintai kita apa adanya.

Karena mencintai tanpa dicintai seperti olahraga dengan jangka waktu lama tetapi tidak membuat kurus. Karena itu belajarlah mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Itu sedikit basa-basi dariku.

Namaku Amel, siswa kelas XI. Dulu aku selalu menolak dan mengabaikan orang-orang yang menyatakan cintanya kepadaku. Tetapi sekarang justru aku yang selalu diabadikan oleh orang yang aku cintai.

Aku suka dengan teman sekelasku, namanya Ferdin , dia merupakan sahabat dekatku sejak lama. Awal diriku suka dengannya berawal saat aku kenalan dengannya dan berteman cukup akrab dan lama-lama dekat, sehingga sekarang diriku jatuh cinta.

Oh iya, aku punya teman bernama Afni, dia temanku sejak SMP. Sedangkan Aku, Afni, dan Ferdin sudah berteman dekat sejak masuk SMA.

Suatu waktu aku melihat Afni dan Ferdin bercanda bersama dan mereka terlihat akrab seperti orang pacaran. Jujur, akupun cemburu melihatnya tetapi aku masih menyembunyikan kecemburuan itu didepan Afni.

Tetapi lama-lama rasa yang terpendam ini ingin dikeluarkan, akhirnya aku memutuskan untuk cerita ke Afni tentang perasaanku ke Ferdin.

“Af, aku mau ngomong sesuatu nih, tapi jangan ngomong ke siapa-siapa ya”

“Kamu mau ngomong apa mel?” tanya Afni.

“Jujur aku suka dengan Ferdin sejak lama, dan aku cemburu saat kamu dekat sama Ferdin!” Jawabku.

“Kamu suka sama Ferdin? Serius mel?” Tanya Afni.

“Iya, tapi kamu jangan bilang ke Ferdin ya” Ucapku.

“Iya, maaf sebelumnya kalau aku udah bikin kamu cemburu” Jawab Afni.

“Oke” Jawabku.

Semakin lama aku semakin dekat dengan Ferdin, tetapi aku perhatikan bahwa Ferdin tidak akan pernah jatuh cinta denganku. Walau seperti itu, aku tetap berjuang sepenuh hati. Dan ternyata Afni juga suka dengan Ferdin.

Aku mengetahui kalau Afni suka dengan Ferdin ketika aku membaca buku diary Afni. Disana tertulis curhatan Afni tentang perasaannya ke Ferdin.

Akupun merasa kecewa setelah membaca buku diary tersebut, karena sahabat baikku ternyata suka dengan cowok yang sama denganku. Tetapi aku berfikir, rasa suka itu berhak untuk siapapun.

Saat di taman sekolah, aku melihat Afni dan Ferdin sedang mengobrol. Mereka terlihat lebih serius daripada biasanya, akupun penasaran dan menguping percakapan mereka dibalik pohon.

“Afni, aku suka sama kamu, kamu mau ngga jadi pacarku?” Tanya Ferdin.

Afni kaget sekaligus bingung mendengar pertanyaan itu. Tetapi pada akhirnya Afni menerima tawaran itu dan mulai menjadi pacar Ferdin tanpa memikirkan perasaanku, sahabatnya sendiri.

“Iya aku mau” Jawab Afni.

Aku yang mendengarkan jawaban Afni langsung kaget dan keluar dari balik pohon, karena aku tak menyangka sahabatku akan tega melakukan hal itu.

“Af, kamu pacaran sama Ferdin? Selamat ya kamu udah bikin aku sakit hati”

Afni dan Ferdin kaget karena aku keluar dari balik pohon secara tiba-tiba dan langsung berkata seperti itu.

“Maafin aku mel, tapi aku jujur cinta banget sama Ferdin” Jawab Afni.

“Yaudahlah”, aku pergi meninggalkan Afni dan Ferdin.

Aku pergi dengan perasaan campur aduk tidak karuan dan masih berpikir mengapa sahabatnya sendiri tega melakukan hal itu. Padahal Afni tahu, kalau diriku sudah lama mengejar Ferdin.

Maka persahabatanku dengan mereka berdua hancur karena cinta. Disini aku memberi amanat bahwa utamakanlah sahabatmu daripada pacarmu, karena orang yang selalu hadir disaat kamu senang dan susah itu sahabat.

Baca Juga: Cerita Pilu Driver Ojol

Itulah contoh cerpen persahabatan yang unik, dan bisa kalian baca. Jadikan cerita pendek sebagai wahana pemahaman bahwa berbuat baiklah kepada siapa saja termasuk sahabat yang selalu membantu dan menolong. Semoga bermanfaat!

  • Bagikan