Perjuangan Gito, Bocah Pengidap Epidermolysis Bullosa (Penyakit Kulit Mengelupas)

0
Ilustrasi Gambar (Epidermolysis Bullosa): healthservicecorps.org

Seruni.id – Seorang anak bernama Algito Nanda Windra, atau yang kerap disapa Gito, terus merintih kesakitan. Ia mengidap penyakit kulit (Epidermolysis Bullosa). Kulitnya terus mengelupas, hingga meninggalkan bekas seperti luka berdarah di sekujur tubuhnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by “Hati Muslim” 🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸 (@qolbu_muslim) on

 

Anak bungsu dari pasangan suami istri, Uwin (49) dan Al Sita (41), warga Kampung Baru, Kenagarian Taratak, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, disebut menderita penyakit langka, karena kasus ini memang jarang ditemui.

Kedua orangtua Gito pun menceritakan bagaimana awal mula anaknya bisa mengidap penyakit kulit mengelupas tersebut. Sehari setelah putra bungsu mereka lahir, sampai hari ini, penyakit Gito tidak kunjung membaik.

“Sebelumnya, kami punya tiga orang anak, yang pertama Wawan, ia sudah almarhum karena juga mengalami sakit. Ibet (16), dan terakhir Gito (5), yang saat ini sedang berjuang melawan sakit. Dulu selama 7 bulan, Gito pernah tidur di atas daun pisang yang sudah diolesi minyak, karena kulitnya terus mengelupas, dan kalau malam, ia sering menangis, sampai suaranya serak. Kami sangat sedih dengan nasib yang dialami putra bungsu kami ini,” ungkap Uwin.

Dan dari hasil keterangan dokter, penyakit yang di derita putra bungsunya itu memang sangat langka. Tidak banyak manusia yang mengidapnya. Bahkan sampai saat ini belum diketahui apa obatnya.

“Kami juga tidak tahu apa sebenarnya penyakit yang diderita oleh Gito, hingga dokter mengatakan bahwa penyakit itu merupakan penyakit langka. Sekitar dua tahun yang lalu (di tahun 2014), kami pernah membawa Gito berobat ke RSUD M. Zein Painan, kemudian karena kekurangan peralatan medis, akhirnya kami dirujuk ke RSUP M.DJamil Padang. Namun, kata dokter saat itu, Gito harus diambil sampel kulit dan darahnya untuk cek laboratorium ke Jakarta, tujuannya untuk menentukan penyakit apa yang diderita Gito saat itu. Tapi karena butuh biaya sekitar Rp15. 000,000, dan kami tidak ada biaya saat itu, akhirnya Gito kami bawa pulang kembali,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca pada tahun 2014 lalu.

Gito adalah anak yang pintar, tapi sejak kecil, Gito sudah mengalami penyakit yang menyebabkan setiap harinya ia harus merasakan gatal pada seluruh tubuh. Hanya saat tidurlah Gito tidak merasakan gatal dan tidak menggaruk-garuk tubuhnya.

Baca Juga: Bagaimana Seseorang bisa Mengidap Neurofibromatosis Tipe 2?

Ayah Gito yang hanya seorang Petani, belum mampu memenuhi biaya pengobatan Gito seorang diri. Karena hasil kerjanya cuma cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sekolah anaknya.

Terlebih lagi, saat ini Ayah Gito tidak bisa bekerja sepenuh waktu, karena ia juga harus menjaga Ibu dari Gito yang juga mengidap tumor otak. Tumor tumbuh di kepala sang Istri. Uwin pun tak mampu meredam pilu, ia hanya bisa pasrah pada Allah, sembari terus berdoa dan berusaha sekuatnya.

Saat ini, Gito dan orangtuanya tinggal bersama sang nenek. Dan hal yang paling mengiris hati adalah saat Gito ingin membuka celana karena mau buang air kecil. Karena ia harus mengalami kesulitan, kulitnya terus menempel pada celana tersebut, hingga susah dibuka.

Setiap hari, Gito terus menahan sakit, perih, dan gatal. Saat ini, untuk menghilangkan rasa gatalnya, keluarga Gito hanya bisa membeli obat untuk meredakan rasa gatal tersebut.

Maka, jika kamu merasa tergerak hatinya, memiliki kelebihan rezeki, dan ingin membantu Gito serta keluarga, kamu bisa salurkan bantuan melalui Rumah Zakat:

  • Nomor Rekening Bank Syariah Mandiri: 701 551 824 8
  • Nomor Rekening BRI Syariah: 1000 859 172
  • Nomor Rekening BNI: 155 555 5589

Semua Nomor Rekening tercantum atas nama Yayasan Rumah Zakat. Dan mohon konfirmasi setelah kalian mengirimkan dana bantuan, melalui WhatsApp di nomor: 082174405941.

Semoga Dito, Ibu, dan keluarganya bisa terus bertahan, pulih, dan hidup sehat serta bahagia bersama. Aamiin.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.