Setelah Tempuh 8 Bulan Perjalanan dengan Motor, Pria Asal Jambi Tiba di Mekkah

Setelah Tempuh 8 Bulan Perjalanan dengan Motor, Pria Asal Jambi Tiba di Mekkah
google.com

Seruni.id – Menginjakkan kaki di tanah suci tentu menjadi dambaan setiap umat Islam. Setiap mereka yang datang ke sana, pasti merasakan bahagia yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Begitulah yang dirasakan oleh Lilik Gunawan, pria asal Jambi yang berhasil menginjakkan kakinya di kota suci, Mekkah.

Setelah Tempuh 8 Bulan Perjalanan dengan Motor, Pria Asal Jambi Tiba di Mekkah
Instagram.com

Pergi ke Mekkah dengan Sepeda Motor

Mungkin pergi ke Mekkah dengan menggunakan pesawat adalah hal biasa. Namun, Lilik tidak melakukannya. Demi bisa mewujudkan cita-citanya mengunjungi Baitullah, ia harus menempuh perjalanan penuh rintangan selama kurang lebih 8 bulan dengan menggunakan sepeda motor miliknya.

Seperti yang dikutip dari akun Instagram milikinya @jejakpalmarjambi, Lilik menuliskan rasa bahagianya karena bisa sampai ke tanah haram, Mekkah.

“Labaik Allohumma Labaik.”

“Jika Engkau telah memanggil, maka tak ada yang bisa menahan. Alhamdulilah Ya Robb”

“Bahagianya Balda saat kemaren pertama kali melihat kota Mekkah di Direction Board saat memasuki Saudi Arabia,” tulisnya (27/12/2019).

Bersama Sang Anak Menempuh Perjalanan yang Sangat Jauh

Menuju ke Mekkah dengan berkendara sepeda motor bukanlah hal yang mudah, terlebih harus menempuh jarak yang cukup jauh, melintasi negara dan benua. Tak sendirian, Lilik melakukan itu bersama sang buah hati yang baru berusia empat tahun bernama Balda.

Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, turut membagikan kisah inspiratif ini beberapa hari setelah ia menerima Lilik sebagai tamu di KBRI Riyadh. Kisah ini ia bagikan melalui akun Facebook pribadinya pada Sabtu (28/12/2019) lalu.

“Dua hari yang lalu, saat KBRI Riyadh menyelenggarakan acara pisah sambut Atase Pertahanan dan kepulangan dua staff, KBRI kedatangan tamu istimewa, Bapak Lilik dan anaknya yang baru berusia 4 tahun, Balda namanya.”

“Mereka berdua sampai di Riyadh setelah 8 bulan melakukan perjalanan darat dengan mengendarai sepeda motor.”

“Rute yang dilewati adalah start dari Jambi lalu Jakarta, Semarang, Surabaya lalu Banjarmasin. Lanjut ke Malaysia via Serawak dan lalu Kualalumpur langsung Thailand via Patani, Yala, Narathiwat langsung Bangkok lantas nyeberang ke Myanmar dan masuk India.”

“Dari India masuk Pakistan via border Attari dan Wagah dilanjut ke Lahore dan Islamabad. Setelah melewati Kawasan “danger zone” di Quita dan Balochistan yang merupakan kawasan rawan teroris, anak muda nekat asal Solo dan tinggal di Jambi ini masuk ke Iran. Dari Iran baru masuk ke Uni Emirat Arab lewat pelabuhan Abbas.”

“Dari Emirat Arab masuk ke Arab Saudi dan sempat tertahan di border Saudi selama 7 jam karena proses “sepeda motor” yang harus lolos imigrasi.”

Rindu Akan Baitullah

Menurutnya, Lilik sangat bertekad sekali menempuh perjalanan penuh risiko itu demi membayar rasa rindunya dengan Baitullah dan Rasulullah SAW. Perjalanan itu dimulai pada Mei 2019 lalu, tepatnya tanggal 3 Ramadhan.

“Perjalanan “gila” dan “ajib” ini dia kasih judul “RIDE FOR MOM” Perjalanan demi Sang IBU,” tulis Agus Maftuh.

Tak berlama-lama di Mekkah, ia lantas melanjutkan perjalannya menuju kota suci selanjutnya, yakni Madinah. Bersama sang anak, ia memacu kendaraannya selama 12 jam nonstop dari Riyadh, akhirnya ia sampai di Wisma Indonesia Madinah Almunawaroh.

“Dan perjumpaan yang Indah pun terjadi. Balda bertemu Uminya setelah 8 Bulan berpisah. Sayapun bertemu dengan Ibuk tercinta saya,” tulis Lilik di akun instagramnya, Senin (30/12/2019).

Banyak sekali suka dan duka selama delapan bulan perjalanan tersebut. Tak jarang, ia sering bermalam di hutan, pantai dengan menggunakan tenda yang ia bawa. Terkadang, jika ada penduduk yang menawarkan tempat tinggal, barulah ia bermalam di rumah penduduk.

Baca Juga: Harsoyo, Penjual Kliping yang Sukses Kuliahkan Anak Hingga Berangkatkan Istri Berhaji

Tak hanya itu, demi menunggu keluarnya visa untuk Arab Saudi, ia harus menunggu selama dua bulan di Abu Dhabi untuk mendapatkannya. Meski demikian, semuanya sudah terbayarkan. Niatnya untuk mengunjungi tanah suci sudah dikabulkan.