Warga Selandia Baru Menjadi Mualaf Pasca Terjadi Serangan Teroris di Christchurch

waraga selandia baruu menjadi mualaf
goole.co,

Seruni.id – Masih lekat dalam ingatan, beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada 15 Maret 2019 terjadi serangan teroris di dua masjid di Christchurch. Namun, kejadian tersebut saat ini telah memberikan hikmah yang luar biasa. Yakni, membawa warga Selandia Baru menjadi mualaf.

Warga Selandia Baru Menjadi Mualaf
Warga Selandia Baru Menjadi Mualaf

Menyaksikan Serangan Teroris

Pasca kajadian tersebut, akhirnya salah satu warga Selandia Baru mejadi mualaf. Sebab, dia menyaksikan saat serangan teroris itu terjadi. Dia adalah Megan Lovelady. Keputusannya untuk menjadi seorang mualaf ditemukan setelah bertahun-tahun ia kehilangan rasa spirtualitasnya. Dia mengaku, Allah memanggilnya untuk kembali.

“Allah memanggilku pulang,” katanya seperti yang dilansir dari laman About Islam.

Dari situlah dia mulai mencari, siapa sebenarnya Tuhan yang telah menyelamatkannya dari berbagai musibah? Lovelady akhirnya mencari tahu tentang Allah sebelum akhirnya memutuskan memeluk Islam.

Hal buruk yang menimpa kekasihnya kala itu, membuat dirinya kehilangan arah. Saat itu, dia harus menyaksikan secara langsung bagaimana kekasihnya tertabrak kereta, sangat tragis. Dia bingung kenapa harus melalui hal tersebut.

“Kenapa aku, kenapa aku harus melalui itu? Jika Tuhan begitu perkasa, Dia selalu menyelamatkanku dari kejadian itu (kecelakaan dan penembakan di masjid),” ujar Lovelady.

Dan tepat pada hari Jumat, ia kembali menyaksikan kejadian yang sungguh tragis dan sangat keji. Di mana, seseorang melakukan aksi teroris yang membabi buta di dua masjid Christchurch. Ia menghadiri salat di Masjid Al Noor. Padahal, saat itu kondisi masih belum kondusif dan masih dalam pengamanan polisi.

Ketika ia mendatangi masjid tersebut, saat itu Lovelady belum memeluk Islam. Rasa solidaritas dan toleransinya terhadap perbedaan cukup tinggi, membuat ia ikhlas untuk menjaga masjid dari orang yang ingin menghancurkannya.

“Saya ingin bergabung untuk melakukan gerakan (salat) tetapi saya tidak tahu bagaimana – jadi saya hanya berdiri di sana dan saya menangis,” katanya.

Banyak Warga Selandia Baru yang Menjadi Mualaf

Pasca kejadian tersebut, ternyata banyak warga Selandia Baru yang menjadi mualaf, bukan hanya Lovelady saja. Mereka banyak yang tersentuh oleh keindahan dan katabahan umat Muslim saat mendapatkan cobaan yang sangat menyedihkan.

Imam Thanvi mengatakan, dalam beberapa minggu setelah serangan itu, tiga hingga lima orang dalam sehari telah megucapkan dua kalimat syahadat di sebuah masjid Wellington. Setelah itu, hampir setiap bulannya sekitar satu atau dua hari juga ada yang jadi Mualaf.

Di Manawatu, Ketua Asosiasi Muslim setempat, Zulfiqar Buton, juga bertemu enam orang mualaf bahkan lebih. Sedangkan di Otago, juga terjadi hal serupa. Menurut Tahir Nawaz, presiden Asosiasi Muslim Internasional Selandia Baru, jumlah Muslim Selandia Baru telah mencapai hampir 60 ribu orang.

Berikan Dukungan Kepada Kami Dengan Memberikan Rating

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.