7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

Seruni.id – Ketika zaman penjajahan dulu, bukan hanya kebebasa masyarakat saja yang terbatas, tapi juga suplai makanan. Sebab, berbagai hasil bumi dirampas oleh penjajah, sehingga membuat warga kelaparan. Begitu pun para pahlawan saat itu. Untuk menjaga kekuatan tubuh selama berjuang, mereka perlu mengonsumsi makanan yang baik.

Namun, sayangnya, keadaan genting membuat mereka tak cukup waktu atau uang untuk memasak apalagi harus mengkreasikan sebuah hidangan. Saat itu, makanan yang jadi perbekalan mereka sangat sederhana, demi mengganjal perut dan menambah energi tubuh. Apa saja sih makanan yang jadi bekal pahlawan dalam melawan penjajah kala itu? Berikut Seruni telah merangkumnya dari berbagai sumber.

1. Singkong dan Ubi Rebus

7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

Pada masa kolonial, nasi menjadi makanan mewah yang tak mudah didapatkan oleh masyarakat. Sebagai gantinya, mereka kerap memanfaatkan singkok dan ubi rebus sebagai makanan pokok. Meski sederhana, tetapi singkok dapat menjadi sumber energi untuk tubuh.

Dengan mengonsumsi singkong rebus dapat memenuhi kebutuhan kelompok vitamin B-kompleks yang sangat berguna bagi tubuh, seperti folat, thiamin, piridoksin (vitamin B-6), ribaoflavin, serta asam pantotenat. Sementara kandungan kalium pada singkok mampu membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah.

2. Nasi Oyek atau Tiwul

7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

Pada masa Agresi Militer Belanda 2. Kala itu, Jenderal Sudirman dan pasukkannya berada di tengah hutan di kawasan Kediri, dan kehabisan makanan. Kemudian Soepardjo Rustam dari Cilacap diketahui membawa makanan yang terbuat dari singkong.

Makanan ini tak lain adalah tiwul yang efektif jadi makanan pengganjal perut. Meski proses pembuatannya agak lama, tapi tiwul punya masa simpan yang juga lama jadi pas dijadikan perbekalan.

3. Nasi Jagung

7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

Sego ampok alias nasi jagung menjadi salah satu makanan yang menjadi bekal para pahlawan saat itu. Makanan yang populer di Jawa Timur dan Jawa Tengah ini, ternyata tidak mengandung beras sama sekali, melainkan jagung tumbuk. Menurut beberapa sumber, nasi jagung muncul saat musim kemarau.

Konon, saat itu, orang-orang di pedesaan sedang gagal memanen padi, sehingga sulit sekali untuk mendapatkan beras. Maka dari itu, masyarakat mulai mengubah biji jgaung menjadi alternatif makanan pokok pengganti nasi, karena nutrisinya yang sangat baik.

4. Telur Asin

7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

Siapa yang suka telur asin? Ternyata telur asin sudah ada sejak zaman penjajahan dulu, loh. Karena lebih tahan lama dan memiliki kandungan gizi yang tinggu, telur asin kerap dijadikan sebagai bekal oleh para pahlawan. Terlebih telur asin merupakan mkanana yang praktis, mudah dibawa dan disantap.

5. Leughok

7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

Para pejuang di Aceh biasanya membawa bekal berupa leughok. Makanan yang terbuat dari tepung ketan, pisang, dan sagu. Dahulu, sebelum berangkat, para wanita mengolah dan menyiapkan kue leugho untuk para pejuang kemerdekaan. Campuran pisang kepok dan sagu terbukti efektif menghilangkan rasa lapar. Makanan ini juga dikemas dengan bungkus daun pisang yang membuatnya awet dan tahan lama. Leughok biasa dijadikan bekal bersama singkong, ubi maupun jagung rebus.

6. Pisang Rebus

7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

Buah yang satu ini juga kerap dijadikan bekal oleh para pahlawan, selain mudah ditemukan, pisang juga kaya akan manfaat. Seperti menambah energi, melancarkan peredaran darah, dan menjaga kerja jantung. Tak heran kalau hidangan pisang rebus menjadi makanan yang sering dijadikan sebagai bekal pada masa penjajahan dulu.

7. Janeng

7 Makanan yang Menjadi Bekal Pahlawan dalam Melawan Penjajah

Makanan bernama janeng atau boh janeng merupakan umbi dengan nama latin Dioscorea hispida yang merupakan makanan khas alternatif pada saat perang perang. Makanan ini sangat bermanfaat untuk menjaga stamina dan energi. Ketika masa perang dulu, janeng tersedia sangat banyak di alam liar. Biasanya sebelum mengonsumsinya janeng harus dihaluskan terlebih dahulu baru dimasak dengan cara di uap, rebus, atau dijadikan bubur, kemudian sajikan dengan beberapa tetes air asin kelapa.

Baca Juga: 34 Makanan Tradisional Khas Aceh, Wajib Dicoba

Itulah beberapa jenis makanan sederhana yang sering dibawa para pejuang saat memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dari tujuh makanan tersebut, kamu sudah pernah coba yang mana saja? Tulis di kolom komentar, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.