15 Cara Hemat dalam Membelanjakan Uang Jajan

cara hemat dalam membelanjakan uang jajan
Photo by maitree rimthong from Pexels

Seruni.id – Berhemat adalah sesuatu yang sangat penting bagi siapapun yang belum mempunyai penghasilan pun sudah. Biasanya uang saku didapatkan seseorang dalam periode waktu tertentu, misalnya saja yang diberikan orangtua bisa kalian dapatkan seminggu sekali atau sebulan sekali. Begitu pun yang telah memiliki penghasilan sendiri. Namun ternyata, tidak semua orang bisa hidup dengan berhemat. Cara hemat dalam membelanjakan uang jajan mungkin adalah hal yang sulit untuk mereka lakukan.

cara menghemat uang jajan – Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Nah, jika kalian benar-benar ingin mengolah uang jajan dengan lebih ekonomis lagi, kalian bisa melakukan 15 solusi cara hemat dalam membelanjakan uang jajan yang telah Seruni rangkum di bawah ini.

 

Tips Cara Hemat dalam Membelanjakan Uang Jajan

 

1. Jangan Lupa Sarapan

cara menghemat uang jajan – Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Kenapa sih harus sarapan? Nah, dengan sarapan tentu akan membuat kita merasa kenyang, dan saat sudah kenyang maka hasrat untuk jajan pun akan berkurang. Sebab, salah satu yang mendorong kita untuk jajan adalah diawali karena rasa lapar. Maka, ketika lapar kita akan lebih mudah untuk tertarik dengan jajanan yang melintas di depan mata. Untuk kamu yang sedang merencanakan program penghematan uang jajan, kamu bisa membuat perut kenyang lebih dulu sebelum beraktivitas dengan cara sarapan.

 

2. Membawa Bekal dari Rumah

cara menghemat uang jajan – Photo by Ryutaro Tsukata from Pexels

Cara hemat dalam membelanjakan uang jajan bagi pelajar ataupun bagi para pekerja yang selanjutnya adalah membawa bekal dari rumah. Jika kamu memang tidak sempat sarapan di rumah, maka bukan tidak mungkin untuk membawa bekal, kan? Ketika ingin benar-benar menghemat uang jajan, janganlah malu dan ragu untuk membawa bekal, ya. Sebab, saat ini banyak orang yang gengsi dan malu membawa bekal.

Padahal, jika kamu tahu para pekerja yang ada dan sudah mendapatkan penghasilan, banyak yang membawa bekal ke tempat kerjanya, loh. Menurut mereka, dengan membawa bekal ke tempat kerja, justru akan membuat dirinya mampu mendapatkan asupan gizi yang baik daripada harus membeli di luar, yang kebersihannya pun belum terjamin.

Jika mereka saja tidak malu membawa bekal, kenapa kamu harus malu? Selain untuk menjaga kebersihan serta kesehatan makanan, terdapat pula nilai plus-nya, yaitu kamu bisa menghemat uang saku. Benar, kan?

 

3. Hindari Membawa Uang Tunai

Agar kamu tidak mudah untuk mengeluarkan uang, pastikan juga kamu membatasi berapa banyak uang tunai yang kamu bawa setiap harinya. Ketika uang tunai yang kamu bawa hanya sedikit, kamu akan cenderung lebih hati-hati dalam mengeluarkan uang untuk membeli barang atau menggunakan jasa karena merasa uang kamu terbatas banget. Hal ini karena uang tunai yang bisa kamu lihat di dompet kamu lebih sedikit, jadi kamu pun lebih berhati-hati supaya tidak kehabisan uang.

Selain itu, ketika kamu membawa uang tunai terlalu banyak, kamu bisa lebih tergoda untuk jajan hal-hal yang sebenarnya tidak kamu butuhkan, loh. Walaupun kelihatannya sedikit, transaksi-transaksi kecil ini bisa bertumpuk menjadi banyak dan tanpa kamu sadari, kamu sudah mengeluarkan uang yang lebih banyak dibandingkan target pengeluaran kamu.

Kebiasaan transaksi-transaksi kecil dengan uang tunai itu juga membuat kamu jadi sulit melacak ke mana aja uang kamu udah dihabiskan, loh. Jadi, ketika ke ATM (Anjungan Tunai Mandiri), tetapkan batas maksimal pengambilan uang kamu dan jangan mengambil uang tunai terlalu banyak.

 

4. Jangan Tertarik Pada Promo

cara menghemat uang jajan – Photo by Max Fischer from Pexels

Promo memang menjadi hal yang sangat disukai banyak orang. Namun, promo juga yang akan menghancurkan cara hemat dalam membelanjakan uang jajan yang telah kamu rencanakan. Sebab, seringkali promo-promo yang bertebaran di pusat perbelanjaan mampu meruntuhkan pertahanan sehingga akhirnya kita tergiur untuk membeli barang tersebut. Padahal, sebenarnya barang yang kita beli belum benar-benar diperlukan.

Memangnya gak boleh ya membeli barang-barang promo? Tentu boleh kok, seperti membeli barang promo yang bertuliskan ‘beli 2 gratis 1’ atau ‘beli 3 gratis 1,’ dan sebagainya juga diperlukan jika barang-barang tersebut memang kamu butuhkan. Namun, sebelumnya pertimbangkan lebih dulu produk yang ingin kamu beli, apakah memang benar-benar kamu butuhkan atau tidak? Jika tidak maka, belilah saja yang memang sangat dibutuhkan bukan diinginkan.

 

5. Pilih Barang Murah tapi Berkualitas

Cara hemat dalam membelanjakan uang jajan langkah-langkahnya yang selanjutnya adalah dengan cara memilih barang murah namun tetap berkualitas. Meski kamu sudah sangat serius ingin menghemat uang jajan, namun tetap saja hasrat untuk membeli kebutuhan tak bisa dilewatkan begitu saja. Ketika kebutuhan (bukan keinginan) ini sudah menghampirimu, maka sudah seharusnya uang saku harus serega tersisihkan.

Namun dalam pengeluaran ini, kamu bisa melakukan penghematan dengan membeli barang yang harganya cukup murah. Jika sudah berniat menghemat uang saku, maka tak perlulah membeli barang mahal. Dengan fungsi dan kegunaan yang sama, maka kebutuhan kamu pun bisa tercukupi tanpa harus mengeluarkan jumlah uang saku yang besar.

 

6. Membawa Air Minum Sendiri Saat Beraktivitas

cara menghemat uang jajan
cara menghemat uang jajan – Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Ketika kamu beraktivitas sehari-hari, kebutuhan yang pasti harus kita miliki adalah air minum agar tidak haus apalagi sampai dehidrasi. Seringkali kita tidak menyadari jumlah botol air minum yang kita beli dalam sehari untuk mengatasi kehausan tersebut. Meskipun pengeluaran untuk membeli air minum dalam kemasan kelihatan kecil, tapi ketika ditotal setiap bulannya pengeluaran ini bisa menjadi lumayan besar, loh.

Jadi, daripada membeli air minum kemasan setiap harinya, lebih baik kamu membeli satu botol minum yang bisa digunakan berkali-kali dan membawa botol minum tersebut saat beraktivitas. Kamu hanya perlu mengisi ulang botol minumanmu. Selain lebih hemat uang, kebiasaan membawa botol minum sendiri ini juga hemat plastik sekali pakai, loh. Nilai plusnya lagi, kamu bisa lebih sehat karena menghindari zat berbahaya antimoni yang ada di botol air minum kemasan.

 

7. Memanfaatkan Fasilitas Gratis

Saat ini banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan cuma-cuma atau gratis, itupun jika kita mau mencarinya. Tak hanya biaya pendidikan dan kesehatan saja yang gratis, namun kebutuhanmu akan jaringan internet pun bisa didapatkan secara cuma-cuma. Jika bingung bagaimana caranya mendapatkan internet secara bebas, kamu bisa memanfaatkan fasilitas wifi gratis yang sudah marak ada di berbagai tempat ini. Dengan memanfaatkan fasilitas gratis yang ada, maka uang saku pun akan bisa dihemat karena kamu tidak harus membeli paket data internet.

 

8. Menabung

Menabung sudah tentu menjadi salah satu cara hemat dalam membelanjakan uang jajan di sekolah maupun di tempat kerja. Metode ini memang masih saja dinilai tetap efektif sejak dulu hingga saat ini untuk bisa menghemat keuangan kita. Sekecil apapun uang jajan yang didapatkan, ketika sudah berniat dan serius untuk berhemat maka kamu pasti bisa melakukannya. Namun, jika kamu tidak memiliki niat, apalagi keseriusan maka sebesar apapun uang saku yang kamu miliki, maka menabung akan menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan.

 

9. Bekerja Paruh Waktu

cara menghemat uang jajan
tips hemat uang jajan – Photo by Elijah O’Donnell from Pexels

Berikutnya, tips untuk menghemat uang saku adalah dengan cara bekerja paruh waktu. Dengan bekerja paruh waktu (part time) maka bukan hanya akan membuat uang saku terhemat, namun bisa jadi uang saku kamu justru akan semakin bertambah. Saat ini, dengan munculnya teknologi internet yang semakin canggih, kerja part time sangat mudah untuk didapat. Jadi, cobalah mencari pekerjaan part time yang sesuai dengan waktu dan kemampuanmu.

 

10. Jadilah Kreatif

Dalam kehidupan tingkat kreativitas seseorang tak serumit ketika sedang mengerjakan tugas, loh. Lantas, kapan kita harus kreatif? Kreatif dalam hal ini adalah pandai mensubtitusi barang yang sedang diinginkan dengan barang yang ada. Misalnya, kamu menginginkan desain kamar dengan gantungan foto menjuntai cantik dengan penjepit kayunya. Nah, pada saat inilah sisi kreativitasmu dibutuhkan.

Tali yang akan digunakan untuk menggantung foto bisa kamu ganti dengan tali bekas yang kamu punya atau bisa dengan menggunakan tali sepatu yang sudah tidak terpakai lagi. Sedangkan untuk penjepit foto, bisa digantikan dengan paperclip yang pasti harganya jauh lebih murah.

Terkesan seadanya namun akan berbeda dengan yang lainnya. Selain itu, cara ini juga bisa mendorong kamu agar lebih berhemat, karena yang dibutuhkan hanyalah barang-barang yang sudah tidak terpakai, sehingga uang yang kamu miliki bisa tersimpan dengan aman.

 

11. Cermatlah dalam Memilih Teman Dekat

cara menghemat uang jajan
tips hemat uang jajan – Photo by mentatdgt from Pexels

Berteman memang sebaiknya tidak pilih-pilih, tetapi untuk teman dekat atau teman untuk berkumpul, penting untuk memilih dengan cermat, loh. Bagaimana caranya memilih teman dekat yang baik untuk keuangan kita? Berikut cara serta cirri-cirinya:

Mempunyai Satu Visi yang Sama denganmu dalam Hal Menjalani Hidup

Memiliki teman dekat yang satu visi dengan kita adalah anugerah yang patut kita syukuri. Kalau kamu sudah menemukannya, pegang erat-erat kemanapun kamu pergi. Buat ia nyaman dan pastikan kamu juga nyaman dengannya. Salah satunya adalah teman yang juga punya visi untuk memiliki cara hemat membelanjakan uang jajan sepertimu.

Tetap Ceria dan Menyenangkan Meski Hanya Makan Bersama di Pinggir Jalan

Tak harus di tempat mewah, tempat berkumpul hanyalah wadah. Perkumpulan yang seru dibentuk dari manusia-nya, bukan dari tempatnya. Benar gak nih?

Mendukungmu untuk Berhemat dan Menabung

Perhatikan tabunganmu ya. Milikilah prinsip yang “harus punya uang tabungan” dan cemaslah bila kamu belum memiliki niat menabung sedari dini. Saling menyemangati dalam kebaikan adalah hal yang wajib dalam hubungan pertemanan. Tak hanya mendukung, seseorang yang melihat teman dekatnya sulit menabung biasanya akan membantunya. Misalnya dengan cara menawarkan diri sebagai “bank” dengan sistem tidak dapat diambil kecuali keperluan mendadak. Seru bukan memiliki teman yang seperti ini?

 

12. Bersedekah

Logikanya, bersedekah adalah memberikan harta baik berupa barang atau uang kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Bukankah justru uang jajan kita berkurang dan berarti gagal dalam menghematnya? Secara logika memang berkurang, tapi balasan Tuhan (terhadap makhluknya yang bersedekah) tidak berdasarkan logika, ya. kalau kamu merasa uangmu jauh dari kata cukup untuk bisa bersedekah, kamu juga bisa bersedekah dengan tenagamu banyak sekali yang bisa kamu temui dalam keseharianmu, contohnya seperti membantu mendorong kendaraan orang lain yang mogok, membantu orang yang tengah sedang kebingungan mencari alamat, dan lain-lain Jadi, jangan pernah takut untuk bersedekah, sebab bisa saja rejekimu hari ini adalah balasan Allah atas sedekahmu yang dahulu, loh.

 

13. Membuat Daftar Belanja

Jangan sepelekan hal baik ini ya. Sering sekali kita dengar bahwa membuat daftar belanja merupakan salah satu cara untuk menghemat uang jajan. Mungkin terkesan agak ribet, tapi demi menghemat dan bisa menabung, kenapa tidak dilakukan? Sebelum berbelanja, sebaiknya kamu membuat daftar barang-barang yang kamu butuhkan. Dengan begitu, hasil belanjaan kamu hanyalah barang yang kamu butuhkan saja.

 

14. Jangan Terpaku pada Brand

Untuk kebutuhan sehari-hari seperti detergen, pelembut, sabun mandi dan lain-lain, kamu jangan pernah sekali-kali terpaku pada brand. Kenapa? Karena kita bisa meminimalisir pengeluaran untuk barang-barang tersebut dengan cara membelinya di warung kecil atau mencari barang yang sedang sale (di toko swalayan). Kalau kamu lebih sering belanja kebutuhan sehari-hari di toko swalayan, pilihlah toko swalayan yang sering menghadirkan produk-produk sale.

 

15. Makan tengah ketika makan di luar

Suka jalan-jalan bareng teman-teman atau ketemuan dengan saudara di restoran? Kamu bisa tetap hemat tanpa mengorbankan quality time bareng teman-teman dan keluarga ini. Caranya gampang banget, cukup makan tengah ketika ketemuan di tempat makan. Mungkin kamu lebih terbiasa pesan satu piring dan satu menu untuk masing-masing orang, tapi jika dihitung-hitung kebiasaan ini lumayan menguras uang, loh.

Jika dibandingkan memesan nasi atau mie dan berbagi lauk bersama teman-teman atau keluarga kamu atau makan tengah. Makan tengah biasanya lebih murah dibandingkan memasan satu piring menu yang lengkap berupa makanan pokok dan lauk, terutama jika kamu makan bersama-sama, sehingga bisa membagi tagihannya dengan lebih banyak orang.

Jadi, lain kali ketika kamu melakukan pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, pesan nasi dan minum aja ya khusus untuk diri sendiri lalu bicarakan lauk mana yang mau dipesan bersama dan patungan ketika membayar. Tidak hanya lebih hemat, makan tengah juga akan membuat kamu lebih dekat dengan teman-teman ataupun keluarga juga.

 

Perbedaan Hemat dan Pelit

Hemat dan pelit adalah dua kata yang sering dianggap sama. Padahal keduanya berbeda, loh. Lantas, apa sih perbedaan tersebut? Mari simak penjelasannya berikut ini.

cara menghemat uang jajan
tips hemat uang jajan – Photo by cottonbro from Pexels

Mengatur keuangan menjadi hal yang paling penting dilakukan. Setiap orang tentunya punya caranya sendiri dalam mengatur budget-nya. Salah satu cara untuk mengatur keuangan adalah dengan berhemat. Hemat adalah sikap di mana seseorang dapat mengontrol keinginan dan menyesuaikan dengan kemampuannya. Ada banyak keuntungan yang dirasakan ketika kita bisa berhemat, terutama bagi keamanan finansial di masa yang akan datang.

Di saming itu, ada pula sikap yang disebut dengan pelit. Pelit adalah salah satu sikap yang perlu dihindari karena memiliki efek buruk yang disebabkan oleh keserakahan. Sangat disayangkan karena karakteristik dan ciri-cirinya yang mirip dengan hemat, banyak orang sering menyalahartikan sikap pelit dam sikap hemat. Jangan sampai kamu salah mengartikat antara sikap hemat dan pelit. Mayoritas sering kali keliru membedakan mana sikap hemat dan mana siakp pelit. Nah, maka dari itu, Seruni telah merangkum beberapa perbedaannya berikut ini:

1. Orang Hemat Memprioritaskan untuk Kebutuhan, Sedangkan Orang Pelit Merasa Rugi dan Berat Hati

Hemat dan pelit tentu saja berbeda, ya. Sikap ini tidak bisa dianggap sama. Sebagai contoh, ketika memasuki bulan baru, tentu saja kita akan menyisihkan uang untuk berbelanja bulanan. Orang hemat biasanya akan menghitung biaya yang dibutuhkan sebelum pergi untuk membeli kebutuhan prioritas. Mereka juga senang jika mengeluarkan uang untuk kebutuhan dirinya sendiri. Sedangkan orang pelit, ia justru mengeluhkan hal tersebut. Bahkan, untuk mengeluarkannya saja hatinya sangat berat sekali.

2. Orang Hemat Menyisakan Uang untuk Masa Depan, Orang Pelit Hanya Mengeluarkan Sedikit Uang

Sekilas sikap hemat dan pelit memanglah mirip. Keduanya sama-sama memilih untuk mengeluarkan uang sedikit. Namun, perlu digaris bawahi, yang menjadi pembeda adalah alasannya. Orang yang sedang berhemat mengeluarkan sedikit uang karena ingin menyisakan untuk berjaga-jaga apabila ada kebutuhan darurat. Sementara orang pelit, ia hanya akan mengeluarkan sedikit uang karena merasa tak ingin uangnya habis.

3. Orang Hemat Suka Berdonasi, Sedangkan Orang Pelit Tidak Mau

Perbedaan antara hemat dan pelit yang berikutnya, bisa dilihat dari caranya berbagi. Saat berdonasi, orang hemat tidak akan merasa keberatan untuk mengeluarkan uangnya. Justru ia begitu senang karena bisa membantu orang lain. Sebab baginya, berdonasi juga menjadi salah satu investasi, yaitu investasi akhirat. Sedangkan orang pelit, mereka akan berat hati untuk mengeluarkan uangnya.

4. Orang Hemat Suka Berbagi

Mengatur keuangan harus dilakukan secara mendetail, sehingga kita benar-benar menyesuaikan dengan kemampuan finansial yang dimiliki. Meski demikian, bukan berarti kita tidak berbagi kepada yang membutuhkan, ya. Begitu yang dipikirkan orang hemat, mereka tidak akan keberatan jika harus berbagi meskipun harus mengeluarkan uang lebih. Sedangkan orang pelit akan bersikap perhitungan jika harus berbagi. Orang pelit akan merasa rugi jika harus mengeluarkan uang lebih untuk berbagi.

5. Orang Hemat Belanja dengan Bijaksana, Orang Pelit Selalu Mencari Harga Termurah

Kita bisa melihat perbedaan kedaua perbedaan tersebut berdarakan caranya berbelanja. Biasanya orang hemat akan memprioritaskan belanja kebutuhan. Saat belanja pun, ia akan melihat kualitas barang tersebut. Jika kualitas barang tersebut baik, artinya barang itu akan awet. Soal harga, asalkan mampu, dia tidak merasa masalah. Sedangkan orang pelit selalu melihat harga termurah. Bahkan, kalau ada, mereka mencari barang gratis dengan kualitas terbaik.

6. Ketika Berbisnis, Orang Hemat Mengeluarkan Modal, Orang Pelit Selalu Mencari Keuntungan Besar

Saat baru memulai usaha makanan ringan, orang hemat mengeluarkan modal secukupnya agar tidak terlalu boros. Kemudian jika hari ini dagangannya laris, barulah esok hari dia akan menambahkan modal lagi. Sedangkan orang pelit selalu mencari cara untuk mengeluarkan modal sedikit dengan banyak untung.

7. Jika Butuh Liburan, Orang Hemat Akan Berbaik Hari pada Dirinya, Orang Pelit Enggan Menyenangkan Hati

Hari-hari kerja membuat stress dan otot-otot terasa tegang. Biasanya sih, orang-orang seperti ini paling butuh yang namanya liburan. Orang hemat sesekali tidak masalah untuk memanjakan dirinya pergi liburan. Sebab, dia juga selama ini rajin menabung. Sedangkan orang pelit masih saja perhitungan dengan diri sendiri dengan mencari liburan termurah.

Berhemat sangat baik, tapi jangan sampai membuat dirimu menjadi pelit, ya. Apalagi pelit terhadap diri sendiri.

Jika kamu adalah salah satu orang yang ingin melakukan penghematan dalam membelanjakan uang jajan, tidak ada salahnya untuk mencoba cara-cara di atas. Ingat! Lakukanlah dengan keseriusan dan penuh totalitas agar kamu bisa mendapatkan manfaat dari cara di atas. Semoga berhasil, ya.