Sehat  

7 Dampak Sering Mengonsumsi Minuman Bersoda

7 Dampak Sering Mengonsumsi Minuman Bersoda
jovee.id

Seruni.id – Minuman bersoda, dengan berbagai pilihan rasa dan kilauan yang menggoda, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern kita. Dari kumpul-kumpul bersama teman hingga makan siang di restoran cepat saji, minuman berkarbonasi ini telah menjadi salah satu ikon dari budaya konsumsi kita.

7 Dampak Sering Mengonsumsi Minuman Bersoda
aladokter.com

Namun, dibalik kelezatan dan popularitasnya, terdapat bahaya tersembunyi yang mungkin belum banyak kita ketahui. Terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda dapat memiliki dampak yang serius pada kesehatan kita. Adapun sejumlah dampaknya sebagai berikut:

 

1. Menambah Berat Badan

Terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda, dapat menyebebkan penambahan berat badan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya karena setiap kaleng minuman berkarbonasi mengandung sekitar 150 sampai 200 kalori, terutama dari tambahan gula.

Apabila tidak diibangi dengan melakukan aktivitas fisik, bukan tidak mungkin seiring berjalannya waktu, akan menyebabkan surplus kalori, yang mengakibatkan penambahan berat badan.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity pada Mei 2020, menemukan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan di waktu senggang tidak mampu mengimbangi kenaikan berat badan akibat terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda.

 

2. Meningkatnya Risiko Diabetes Tipe 2

Selain dapat mengakibatkan kenaikan berat badan, mengonsumsi minuman bersoda juga menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin secara berulang-ulang. Dalam waktu tertntu, hal ini dapat mengakibatkan resistensi insulin, sehingga dapat memicu munculnya diabetes tipe 2.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care pada bulan Agustus 2010, mereka menemukan bahwa individu yang mengonsumsi minuman manis, seperti soda, setiap hari memiliki peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 26 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi minuman yang mengandung gula.

Sebagai catatan, menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care pada bulan Desember 2019, risiko diabetes tipe 2 meningkat sebesar 16 persen dalam kurun waktu empat tahun bagi individu yang mengonsumsi minuman manis setiap hari.

 

3. Degradasi Kesehatan Tulang

Sejumlah penelitian telah mengindikasikan bahwa asam fostat yang ada dalam minuman bersoda dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Dampak dari gangguan ini adalah potensi pelemahan tulang dan peningkatakan risiko patah tulang.

Sebagai informasi tambahan, hasil penelitian dari The American Journal of Clinical Nutrition yang dipublikasikan pada bulan September 2014 menunjukkan bahwa setiap konsumsi satu soda dalam sehari oleh partisipan dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul sebesar 14 persen.

 

4. Masalah pada Gigi

Kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda juga berpotensi menyebabkan masalah pada kesehatan gigi. Hal ini disebabkan karena adanya gula dan asam di dalam soda yang dapat mengikis enamel gigi; lapisa terluar gigi. Dampaknya adalah kerusakan gigi dan risiko gigi berlubang yang lebih tinggi, terutama bagi mereka yang mengonsumsi soda setiap hari.

 

5. Berbahaya bagi Ginjal

Mengonsumsi soda yang mengandung tingkat fruktosa jagung tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Ini dapat berpotensi menyebabkan pembentukan kristal asam urat di dalam ginjal, yang pada gilirannya dapat menyebabkan batu ginjal yang sangat menyakitkan. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi soda juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis.

 

6. Berisiko Menyebabkan Penyakit Jantung

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Sementara ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan jantung, kebiasaan minum soda dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung karena tingginya asupan gula. Selain itu, minum soda juga dapat berkontribusi pada masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

 

7. Meningkatkan Risiko Penyakit Hati Berlemak

Mengonsumsi gula rafinasi dan sirup jagung fruktosa yang tinggi dalam jumlah berlebihan, seperti yang sering terjadi pada kebiasaan minum soda, dapat memberikan beban berlebihan pada hati. Hal ini dapat mengakibatkan penumpukan lemak yang berlebihan di hati, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol.

Menurut American Liver Foundation, sekitar 100 juta orang di Amerika Serikat mengalami penyakit hati berlemak non-alkohol, yang menjangkiti sekitar 25 persen populasi di AS. Untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini, sebaiknya menghindari konsumsi soda secara berlebihan.

Baca Juga: Benarkah Minuman Bersoda Bisa Memperlancar Haid? Mitos atau Fakta?

Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya konsumsilah minuman bersoda dengan bijak dan dalam jumlah terbatas. Menggantinya dengan minuman yang lebih sehat seperti air mineral, air putih, atau minuman herbal adalah pilihan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidrasi pada tubuhmu. Semoga bermanfaat!