Kakek 50 Tahun Bersepeda dari Solo-Pasuruan Demi Kembalikan Sebuah Dompet

Kakek 50 Tahun Bersepeda dari Solo-Pasuruan Demi Kembalian Sebuah Dompet
Bersepeda dari Solo-Pasuruan Demi Kembalian Sebuah Dompet

Seruni.id – Ada sebuah kutipan yang menyatakan bahwa Indonesia tidak kekurangan orang pintar hanya saja kekurangan orang jujur. Meskipun populasi orang jujur tidak begitu banyak, namun setidaknya masih ada walaupun hanya segelintir orang saja. Salah satunya adalah seorang kakek 50 tahun ini, ia rela bersepeda dari Solo-Pasuruan demi kembalikan sebuah dompet kepada sang pemiliknya.

Kakek 50 Tahun Bersepeda dari Solo-Pasuruan Demi Kembalian Sebuah Dompet
Bersepeda dari Solo-Pasuruan Demi Kembalian Sebuah Dompet

Bersepeda dari Solo-Pasuruan Demi Kembalikan Sebuah Dompet

Kisah kebaikan kakek ini pertama kali dibagikan oleh akun @dickydickoent yang merupakan teman dari pemilik dompet. Diketahui, kakek tersebut bernama Afuk. Perjalanan yang cukup jauh ia tempuh dengan mengayuh sepeda tua miliknya.

Ia berangkat dari Solo pada Selasa (10/9/2019) pagi, dengan jarak tempuh 300 Km sebelum sampai ke kota Pasuruan Rabu pagi. Namun, setibanya di sana, ia tak langsung menemukan tempat tinggal sang empunya dompet tersebut. Kakek Afuk baru menemukannya pada hari Kamis. Akhirnya, dompet itu dikembalikan dalam kondisi utuh tanpa berkurang isinya.

Berbekal nomor komunitas yang tertera pada dompet, Kakek Afuk nekat melakukan perjalanan ke Pasuruan. Dilansir dari Kumparan, sebelum melakukan perjalanan, ia bahkan sampai menjual handphone-nya, agar uang tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki sepeda dan ongkos di jalan.

“Saya menolong itu ikhlas, enggak mau diberi apa-apa, tapi dari pihak sana kaget kalau saya dari Solo naik sepeda. Akhirnya kita makan dulu, baru saya lanjutkan perjalanan ke Solo,” ungkapnya.

Setelah bertemu Ahamd Milhanudin, sang pemilik dompet. Mereka sempat berbincang, dan kakek Afuk kemudian langsung pamit. Padahal, Ahmad sudah meminta untuk istirahat dan menawarkan diri untuk diantar pulang ke Solo. Namun, ia menolaknya.

Setelah cerita ini dibagiakan oleh Dicky ke akun Instagram-nya, warganet pun terkagum-kagum dengan ketulusan hati kakek ini. Menurut informasi, kakek Afuk memang kerap berkeliling dan jarang berada di rumah. Apalagi pekerjaannya sebagai buruh harian lepas, membuatnya kerap berpindah-pindah.

Biasanya orang yang kehilangan dompet hanya bisa pasrah, jika isi dari dompet tersebut diambil. Jikalau ada yang berbaik hati pun terkadang kerap meminta upah. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi kakek Afuk yang rela berkorban demi kebaikan. Mengayuh sepeda hanya untuk mengembalikan dompet kepada sang pemiliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.