6 Keutamaan Makan Sahur di Bulan Ramadhan

6 Keutamaan Makan Sahur di Bulan Ramadhan
kumparan.com

Seruni.id – Makan sahur adalah kegiatan makan yang dilakukan oleh umat muslim menjelang waktu imsak atau waktu mulai berpuasa di bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut dilakukan pada saat dini hari, sebelum waktu imsak dimulai dan sebelum terbit fajar. Adapun tujuan dari makan sahur adalah untuk memberikan energi dan nutrisi bagi tubuh selama berpuasa sehingga umat muslim dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik selama bulan Ramadhan. Namun, selain itu, ada beberapa keutamaan makan sahur yang wajib diketahui oleh setiap muslim, di antaranya:

6 Keutamaan Makan Sahur di Bulan Ramadhan
detik.com

 

1. Menjadi Sumber Energi

Keutamaan makan sahur yang pertama yaitu menjadi sumber energi selama kita menahan lapar dan haus seharian. Sebagaimana yang kita ketahui, puasa dilakukan sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Dari sejak subuh hingga waktu magrib.

Dengan makan sahur, maka kita akan lebih kuat untuk menahan lapar dan dahaga. Selain itu, dengan sahur, juga dapat mencegah terjadinya sakit kepala, mual, gemetar, dan tanda-tanda glukosa rendah. Ini memberikan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

 

2. Mendekatkan Waktu Ibadah

Keutamaan melakukan sahur sebelum puasa berikutnya yaitu dapat mendekatkan waktu ibadah umat Islam. Di mana setelah menyantap makanan saat sahur, kita hanya perlu menunggu beberapa waktu untuk kemudian melaksanakan salat subuh.

Ketika sahur dilakukan mendekati waktu subuh, maka jarak antara makan dengan subuh menjadi tidak terlalu jauh. Hal ini memungkinkan kita untuk melangsungkan salat subuh di awal waktu. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW,

“Lebih baik menunaikan salat pada awal waktunya.” (HR. Abu Dawud).

Dengan melakukan sahur, akan menghindarkan kita dari kesiangan untuk melaksanakan salat subuh.

 

3. Ada Keberkahan yang Melimpah

Ada keberkahan yang melimpah, ketika kita melakukan makan sahur. Bagi orang yang makan sahur dan bangun di penghujung malam, lalu ia berdoa dan salat, maka Allah SWT dan malaikat mengirimkan berkah kepada mereka. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda,

“Sahur adalah santapan yang diberkahi, jadi jangan mengabaikannya. Bahkan, jika salah satu dari kalian hanya mengambil seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya mengirimkan berkah bagi mereka yang makan sahur.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, al-Albaani dalam Saheeh al-Jaami).

Untuk diketahui, bahwasanya Nabi Muhammad kerap melakukan sahur beberapa saat sebelum masuknya waktu subuh. Hal ini sebagaimana pertanyaan dari seorang sahabat, yakni Zaid bin Tsabit Ra,

“Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW sesudah itu kami beranjak unutk menunaikan salat.”

Anas bin Malik kemudian bertanya, “Kira-kira berapa lama jarak antara makan sahur dan salat?”, lalu Zaid bin Tsabi menjawab, “Kira-kira selama pembacaan 50 ayat,” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

4. Allah SWT dan Malaikat Senantiasa Bershalawat

Allah SWT dan para malaikat akan bershalawat kepada orang-orang yang bangun untuk melakukan sahur. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, yang berbunyi,

“Makan sahur itu berkah, maka janganlah kalian tinggalkan meskipun salah seorang dari kalian hanya minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur,” (HR. Ahmad).

Imam Abdur Rauf Al-Munawi dalam Faidhul Qadir mengungkapkan, selawat Allah SWT kepada orang-orang yang sahur adalah rahmat atas mereka dan selawat malaikat adalah permohonan ampunan untuk manusia.

 

5. Mencegah Kelelahan

Keutamaan makan sahur yang lainnya yaitu dapat mencegah kelelahan dan sakit kepala di siang hari. Hal ini juga untuk mendukung pertumbuhan sel-sel dalam tubuh meskipun sedang berpusa. Maka, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti sayuran selada dan mentimun.

Sebab, kedua jenis sayuran tersebut dapat membantu mempertahankan cairan untuk jangka waktu yang lama, sehingga akan mengurangi rasa haus dan mencegah dehidrasi. Selain itu, jenis sayuran ini merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik.

Dianjurkan pula untuk mengonsumsi kacang dengan minyak zaitun, keju, dan telur sebagai bagian dari makanan sahur yang sehat. Hal ini karena tubuh membutuhkan waktu 7-9 jam untuk mencerna jenis makanan ini, sehingga rasa lapar seseorang akan terhambat. Selain itu, jenis ini memasok tubuh dengan energi yang dibutuhkan sepanjang hari.

 

6. Pembeda Umat Terdahulu

Keutamaan makan sahur yang terakhir yakni sebagai pembeda dengan puasa ahli kitab.

Berdasarkan hadis dari Amru bin Al Ash dari Nabi Muhammad SAW beliau bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur,” (HR. Muslim).

 

Bagaimana Hukum Puasa Tanpa Sahur?

Mungkin kita pernah mengalami terlambat bangun, hingga membuat kita melewatkan sahur. Jika terjadi hal demikian, lantas bagaimanakah hukumnya jika puasa tanpa sahur?

Perlu diketahui, sahur merupakan ibadah yang dianjurkan untuk membuat berkah puasa dan keutamaan makan sahur tercapai. Meski anjuran sahur kuat ditekankan Rasulullah SAW, tidak ada hadis atau dalil yang mewajibkan seseorang untuk makan sahur.

Dalam ajaran Islam, tidak pernah ada aturan yang menyatakan bahwa inti puasa atau syarat wajib puasa adalah sahur. Sehingga hukum puasa tanpa sahur tetap sah. Hal ini diperkuat juga dengan dasar hadis yang diriwayatkan Muslim, Nasai, dan Turmudzi. Hadis tersebut menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW berpuasa karena tidak ada makanan.

Dari Aisyah RA berkata, “Suatu hari, Nabi SAW menemui kami dan bertanya, ‘Apakah engkau punya makanan?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’

Kemudian beliau bersabda, ‘Kalau begitu, saya akan puasa.'”

Baca Juga: 5 Minuman yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur Agar Tidak Cepat Haus

Hadis ini menjelaskan Nabi memutuskan berpuasa karena tidak ada makanan di rumah. Jadi hukum puasa tanpa sahur adalah sah.