Kisah Pasutri di Kolaka dengan 16 Anak Penghafal Al-Qur’an

  • Bagikan
Kisah Pasutri di Kolaka dengan 16 Anak Penghafal Al-Qur'an
kumparan.com

Seruni.id – Memiliki anak yang berbakti kepada orangtua, adalah sebuah kebanggan tersendiri. Apalagi, jika anak tersebut sedang atau sudah menjadi penghafal Al-Qur’an. Kebanggaan tersebut seperti yang dirasakan oleh pasangan suami istri di Desa Kataoi, Kecamatan Katoin, Kabupaten Kaloka Utara, Sulawesi Utara.

Mereka adalah Kamaruddin (56) dan Najrah Rasyid (48). Walaupun nama mereka tidak populer, tapi keduanya adalah orangtua yang sukses mengantarkan ke-16 anaknya untuk mengenyam pendidikan formal yang berkualitas.

Pendidikan agama adalah hal yang mereka prioritaskan. Sehingga anak-anaknya kini telah menjadi penghafal Al-Qur’an. Sungguh ini menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi keduanya. Terlebih di tengah maraknya kenakalan anak dan remaja saat ini.

Diketahui, anak tertua mereka sudah mendapatkan gelar sarjana pada tahun 2020 silam. Sementara anak kedua hingga kelima masih duduk di bangku kuliah. Begitupun dengan anak keenam hingga terkahir yang masih duduk di bangku SD dan SMP.

“Alhamdulillah semua sudah sekolah dari yang kecil sudah SD sampai yang tua sudah lulus kuliah. Mereka juga hafal Al-Qur’an, ada yang sampai 30 juz,” ucapnya.

Sangat Bersyukur

Kamaruddin yang merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berprofesi sebagai guru SD itu, merasa sangat bersyukur karena mampu memberikan pendidikan yang terbaik untuk 16 anaknya.

Bahkan, anak pasangan Kamaruddin dan Najrah disebut-sebut sebagai siswa siswi berprestasi. Semua anaknya pun berhasil memperoleh beasiswa dari berbagai sumber.

“Anak-anak yang kuliah semua gratis SPP dan penginapan, Alhamdulillah mereka dapat beasiswa untuk kuliah,” ujarnya.

Kamaruddin juga merasa bangga. Sebab, anak-anaknya tetap memperoleh pendidikan agama yang baik, yaitu dengan menghafal Al-Qur’an. Beberapa anaknya bahkan sudah berhasil menghafal 30 juz.

“Saya masukkan anak-anakku di pesantren penghafal Al-Quran. Anak pertama, kedua, dan ketiga mereka 30 juz, ada 15 juz ada yang 10 juz, 5 juz,” jelas Kamaruddin.

Cita-cita yang begitu mulia, yaitu menghafal Al-Qur’an ternyata diturunkan dari sang istri, yang merupakan lulusan pesantren. Namun, saat Najrah masih belajar di pondok pesantren, sang istri belum berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qurannya. Karena itulah Najrah mengidamkan anak-anaknya kelak dapat menjadi pengahapl Quran.

“Istri saya anak pesantren, dulu dia sibuk urus keluarga ustadzahnya, makanya dia tidak bisa selesaikan. Dia langsung berdoa agar anak-anaknya bisa jadi hafidz,” papar Kamaruddin.

Baca Juga: Cerita Husein, Pria Indonesia yang Menikahi Penghafal Al-Qur’an Asal Palestina

  • Bagikan