MasyaAllah, 27 Tahun Koma, Wanita Uni Emirat Arab Kini Telah Sadar

thenationalonlineng.net

Seruni.id – Hidup dan mati merupakan rahasia sang Illahi, tak ada satupun orang yang dapat memprediski berapa lama seseorang akan bertahan untuk hidup. Seperti kisah yang terjadi pada wanita asal Uni Emirat Arab (UEA) Munira Abdulla yang kembali tersadar setelah mengalami koma cukup panjang, yakni 27 tahun. Setelah mengalami sebuah kecelakaan mobil ketika tengah dalam perjalanan pulang, setelah menjemput anaknya Omar Webair di sekolah.

Hasil gambar untuk coma for 27 years
miror.co.uk

Kendaraan yang mereka tumpangi bertabrakan dengan bus sekolah. Akibat kejadian itu, Munira mengalami cedera otak yang cukup serius. Omar yang saat itu masih berumur 4 tahun dapat selamat, karena sang Ibu memeluknya beberapa saat sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

Melihat keadaaan yang parah, membuat dokter yang menanganinya merasa pesimis dan tidak yakin bahwa ia dapat sadar kembali. Sampai pada akhirnya, setelah 27 tahun, ia dikabarkan telah sadar setelah mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Jerman.

Saat diwawancarai oleh surat kabar The National yang berbasis UEA, Omar yang kini berusia 32 tahun menceritakan keajaiban yang terjadi pada Ibunya. Omar mengungkapkan bahwa ia selalu memiliki firasat, bahwa suatu hari Ibunya akan sadar.

“Saya tidak pernah menyerah dan putus asa karena saya selalu merasa bahwa suatu hari nanti ia akan bangun,” kata Omar kepada surat kabar The National, Senin (22/04)

“Alasan saya membagikan kisahnya ialah memberi tahu orang-orang agar jangan hilang harapan pada orang yang mereka cintai; jangan menganggap mereka sudah mati ketika mereka dalam keadaan seperti itu,” imbuhnya.

“Ibu saya duduk bersama saya di kursi belakang. Ketika ia melihat tabrakan itu datang, Ibu memeluk saya untuk melindungi saya dari benturan itu.”

“Ia tidak terluka, selain memar di kepalanya, namun sang Ibu tidak juga mendapatkan perawatan seteleh menunggu berjam-jam.”

Dilansir dari The National, Munira akhirnya dibawa ke rumah sakit, dan belakangan dipindahkan ke London. Di sana, perempuan itu dinyatakan dalam kondisi vegetatif, tidak bisa merespon, namun bisa merasakan sakit.

Kemudian, ia dan Omar kembali ke Al Ain, sebuah kota yang berada di perbatasan UEA . Lalu, dia dipindahkan ke berbagai fasilitas medis sesuai persyaratan asuransi. Munira tinggal di sana selama beberapa tahun. Ia harus makan melalui tabung, dan tetap hidup. Ia juga menjalani fisioterapi untuk memastikan otot-ototnya tidak melemah karena kurang gerak.

Dua tahun lalu, keluarga Munira ditawari hibah oleh Crown Prince Court, sebuah lembaga pemerintah di Abu Dhabi, agar ia bisa dipindahkan ke Jerman. Di Jerman, ia harus melewati sejumlah operasi untuk memperbaiki otot lengan dan kakinya yang telah memendek, dan diberi obat untuk meningkatkan kondisinya, juga termasuk kesadarannya.

Setahun kemudian, putranya terlibat dalam pertengkaran di dalam kamarnya di rumah sakit, yang tampaknya mendorong sang Ibu untuk bergerak.

“Ada kesalahpahaman di kamar rumah sakit dan ia merasa saya dalam bahaya, yang membuatnya syok,” kata Omar.

“Ia mengeluarkan suara-suara aneh dan saya terus memanggil dokter untuk memeriksanya, para dokter mengatakan semuanya normal.”

“Lalu, tiga hari kemudian, saya terbangun oleh suara seseorang yang memanggil nama saya.”

“Itu dia! Ibu memanggil nama saya, saya begitu gembira; selama bertahun-tahun saya memimpikan saat ini, dan nama saya adalah kata pertama yang ia ucapkan.”

Munira menjadi lebih responsif, dan sekarang bisa merasakan sakit dan sedikit bercakap-cakap. Munira telah kembali ke Abu Dhabi, tempat ia menjalani fisioterapi dan rehabilitasi lebih lanjut, terutama untuk memperbaiki postur tubuhnya ketika duduk dan mencegah otot berkontraksi.

Hal ini bisa terbilang cukup langka, karena hanya ada beberapa kasus di mana seseorang kembali sadar setelah beberapa tahun dalam keadaan koma, dan bahkan ketika itu terjadi, proses pemulihannya bisa berlarut-larut. Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris, adalah hal yang mustahil memprediksi peluang seseorang yang sedang dalam gangguan kesadaran untuk bisa pulih kembali.

Biasanya orang yang berhasil sadar kembali dari koma yang cukup lama, seringkali akan menderita cacat parah karena disebabkan oleh kerusakan pada jaringan otaknya. Sebuah kasus pemulihan yang terkenal ialah kasus Terry Wallis, seorang pria Amerika yang terlibat dalam kecelakaan mobil ketika berusia 19 tahun, dan pulih secara dramatis setelah 19 tahun dalam keadaan hampir-vegetatif. Ia diperkirakan berhasil menumbuhkan kembali jaringan otaknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.