Seminggu Berturut-turut Dengarkan Al Quran, Pria Ini Memeluk Islam

islampos.com

Seruni.id – Berpindah keyakinan bukanlah hal yang mudah, banyak hal yang menjadi pertimbangan. Seperti keluarga, teman-teman, dan hal lainnya. Namun, ketika hidayah sudah datang, dan benar-benar yakin, maka semua itu bukan alasan untuk menjadi penghalang.

islampos.com

Ia sangat terpukau oleh kitab suci yang tak pernah berubah selama 14 abad lebih ini. Berikut kisahnya bagaimana ia bisa menjadi mualaf.

Awal mula Alex mengenal Islam, ketika dia membahas masalah agama-agama dengan temannya pada 2010 lalu. Mulai dari kitab-kitab agama hingga berbagai macam agama ia bahas bersama temannya. Salah satu agama yang disoroti adalah Islam, terutama tentang kitab Alquran.

Entah mengapa, Alex begitu penasaran dengan Alquran. Dia segera melakukan penelitian Alquran melalui internet. Ia sangat terkejut ketika mengethaui bahwa kitab Alquran telah berusia 1400 tahun dan isinya tidak berubah sampai sekarang. Alex kemudian mencari informasi lainnya tentang agama Islam.

“Tapi titik balik saya adalah ketika saya menemukan tentang sejarah Ka’abah. Saya dibesarkan oleh ajaran Katolik, saya mendapatkan pengajaran di sekolah Katolik selama 8 tahun, dan saya tidak pernah diberitahu bahwa Kaabah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.”

Selama 8 tahun Alex sekolah agama, ia tak pernah sekalipun diajarkan bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang membangun Ka’bah. Alex sedih dan merasa dibohongi. Sebelumnya, Alex memang merasakan keraguan dan menyimpan banyak pertanyaan tentang agama yang dipelajari di sekolahnya. Dia merasa banyak kejanggalan di dalamnya.

Kemudian, ia membaca Alquran melalui program komputer ‘Quran Explore’. Dia mendengarkan Alquran baik dalam bahasa Arab dan terjemahan bahasa Inggris. Software tersebut ternyata sangat membantunya dalam memahami Islam lebih jauh. Hanya dalam waktu seminggu, akhirnya ia yakin untuk mengucapkan syahadat di depan komputer. Satu bulan setelahnya, dia kemudian pergi ke masjid untuk meresmikan keislamannya.

Setelah Alex resmi menjadi seorang mualaf, ada hal yang menyulitkannya, yaitu keluarganya. Mereka tidak dapat menerima keputusan itu, bahkan mereka kerap memanggail Alex dengan sapaan yang tak pantas. Namun, dia tak pernah merasa kecewa atau dendam.

Sebab, dia merasa telah menjadi manusia paling bahagia di dunia. Setiap diolok-olok, Alex selalu minta keluarganya untuk membaca dan membaca Alquran. Atau kalau tidak bisa, Alex menyarankan untuk mendengarkan Alquran online yang banyak bertebaran di internet.

“Saya ingin memberitahu mereka “Baca … Baca,” itu saja yang harus mereka lakukan, hanya membaca. Atau bahkan jangan membaca deh, dengarkan saja Quran on-line, itu juga cukup.”

Alex juga belajar puasa saat tiba bulan Ramadan. Alex tak pernah puasa sebelumnya sehingga dia takut gagal dan jatuh sakit. Namun, Alex berdoa pada Allah untuk diberi kekuatan dan petunjuk. Setelah tiga hari pertama berpuasa, Alex akhirnya sudah merasa terbiasa.

Berikan Dukungan Kepada Kami Dengan Memberikan Rating

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.