Kalimat yang Tidak Perlu Diucapkan Saat Bertemu Teman Lama

Kalimat yang Tidak Perlu Diucapkan Saat Bertemu Teman Lama
suara.com

Seruni.id – Siapa sih yang tidak senang ketika bertemu dengan teman lama? Pasti rasanya sangat senang, bukan? Memang sudah seharusnya pertemuan dipenuhi dengan kebahagiaan. Namun, kadang kala kebahagiaan tersebut berubah menjadi rasa tidak nyaman hanya karena kita melontarkan kalimat yang tidak perlu diucapkan saat bertemu teman lama. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari bahaya kalimat menyebalkan yang sebaiknya dihindari saat bertemu teman lama. Memangnya kalimat apa saja sih yang tidak perlu diucapkan saat bertemu teman lama? Yuk simak di bawah ini:

Kalimat yang Tidak Perlu Diucapkan Saat Bertemu Teman Lama
id.quora.com

 

1. Menanyakan Tentang Status Hubungan

Pertanyaan tentang status hubungan sering kali dilontarkan oleh orang yang sudah menikah kepada yang masih sendiri alias jomlo. Banyak yang beralasan, bahwa pertanyaan tersebut hanya sebagai motivasi. Padahal kalimat menyebalkan ini bikin seseorang jadi tertekan, loh. Misalnya:

  • “Kapan menikah?”
  • “Suami atau istri kamu mana? Oh iya lupa, kan kamu belum menikah.”
  • “Kamu enggak kesepian nih belum bertemu jodoh juga?”
  • “Nanti keburu gak laku, loh,”

 

2. Mengomentari Penampilan

Kalimat yang tidak perlu diucapkan saat bertemu teman lama berikutnya adalah mengenai penampilan seseorang. Mungkin kamu adalah orang yang cukup perhatian dengan penampilan dan perubahan dari diri seseorang. Namun, tidak semua orang nyaman jika dikomentari tentang penampilan mereka, entah membuat mereka menjadi tidak percaya diri atau malah bikin down.

  • “Wah, kok kamu sekarang gemukan, ya?”
  • “Ya ampun, dari dulu segini-segini aja. Kurus banget sih?”
  • “Kok sekarang kamu jadi jerawatan gini sih?”
  • “Kamu pakai baju model apa sih? Kok aneh gitu?”
  • “Itu pipi atau bakpao? Kok gembul banget,”

Sebaiknya hindarilah kalimat-kalimat di atas, ya. Ingatkan pada diri masing-masing untuk mengerem keinginan untuk memberikan komentar demikian.

 

3. Komentar Seputar Anak

Setelah ada pertanyaan “kapan nikah?” biasanya akan ada lagi kalimat yang biasanya membuat seseorang menjadi tidak nyaman, yaitu menanyakan seputar anak. Seperti:

  • “Sudah hamil belum?”
  • “Kapan nih nambah anak lagi?”
  • “Anakku sudah bisa ngoceh banyak dan jalan sejak umur 12 bulan. Kok anak kamu belum, ya?”
  • “Anakmu ranking berapa di sekolah? Kalau anakku sih selalu juara kelas,”

Untuk menanggapi kalimat-kalimat tersebut, diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan terhadap perasaan teman. Ada beberapa sikap yang bisa kamu lakukan, misalnya:

  • Menjawab dengan ramah dan sopan.
  • Jangan merasa wajib memberi detail.
  • Jawab dengan mengalihkan topik.
  • Bicarakan dengan keterbukaan.
  • Berikan penjelasan yang bijaksana.
  • Jawab dengan humor agar tidak tersulut emosi.

 

4. Menghakimi Kehamilan dan Proses Kelahiran

Saat bertemu dengan teman lama dan mereka sedang dalam kondisi hamil, kita wajib menjaga perasaan mereka demi kesehatannya dan janinnya. Apalagi kalau kamu bukanlah seorang bidan atau obgyn yang memahami kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan. Jadi, wajib banget untuk menghindari kalimat berikut ini:

  • “Sudah hamil enam bulan, kok perutnya masih kecil banget?”
  • “Kamu bukan lagi hamil kembar, kan? Kok perutnya besar banget sih?”
  • “Hamil bikin kamu jerawatan, ya? Harusnya hamil malah bikin kulit sehat, loh. Kamu salah makan kali.” (Padahal, faktanya pada beberapa ibu hamil, memang memiliki hormon yang mengundang munculnya jerawat.”
  • “Waduh, kok melahirkan caesar sih?”

 

5. Mengomentari Tentang Pekerjaan

Tidak semua orang beruntung dalam hal pekerjaan. Kadang, beberapa pekerjaan memang dilaksanakan dnegan terpaksa karena mengangguh jauh lebih mengerikan daripada bekerja sekadarnya. Beberapa orang pun sedang berusaha merintis kariernya sehingga belum memiliki pekerjaan yang bisa ‘dipermanenkan’ dan tampak membanggakan. Nah, jangan lontarkan kalimat ini ya, karena akan membuat seseorang merasa down:

  • “Kamu kan sarjana. Kok masih nganggur sih?”
  • “Kamu kan berpendidikan, masa kerja kayak gitu sih?”
  • “Gajimu masih kecil banget, ya. Padahal anaknya (sebutkan nama orangnya) baru lulus kuliah gajinya 10 juta tuh,”
  • “Jabatanmu di perusahaan apa? Masih lama ya untuk mendapatkan posisi lebih tinggi?”
  • “Emang sih, kalau enggak kuliah itu, bakalan sulit cari kerja.”
  • “Tinggalnya doang di kota, tapi gajinya tetap gaji kampung,”

Itulah kalimat yang tidak perlu diucapkan saat bertemu teman lama. Kaliamt-kalimat tersebut memang terlihat sepele, tapi memiliki dampak yang sangat berpengatuh terhadap si penerima kalimat tersebut, loh. Bisa saja kalimat tersebut bikin mereka jadi kurang percaya diri, merasa rendah diri, dan putus asa. Jadi, cobalah untuk lebih bijak lagi dalam berkata-kata dan hindari kalimat yang tidak perlu diucapkan saat bertemu teman lama, ya.

Sebagai gantinya, cobalah untuk bertanya tentang perkembangan positif dalam hidup mereka, berbicara tentang minat dan hobi, serta menunjukkan antusiasme untuk mengetahui lebih banyak tentang pengalaman dan perjalanan mereka sejak terakhir kali kalian bertemu.

 

Sikap yang Bisa Diambil Ketika Mendapatkan Pertanyaan yang Menyebalkan

Apabila kita mendapatkan komentar yang demikian, tentu menjadi pengalaman yang mengejutkan dan sulit untuk dihadapi. Namun, kita bisa mengambil sikap dengan cara sebagai berikut:

  • Tetap Tenang: Pertama-tama, tetap tenang dalam menghadapi komentar negatif tersebut. Jangan langsung merespons dengan emosi yang kuat, karena hal ini bisa memperburuk situasi.
  • Ambil Jarak Emosional: Ingatkan diri kamu bahwa komentar tersebut mungkin tidak memiliki kaitan dengan siapa kamu sekarang. Orang bisa berubah, dan komentar negatif dari masa lalu tidak harus mendefinisikan siapa kamu sekarang.
  • Pertimbangkan Niat Positif: Sebelum merasa terlalu terluka atau marah, coba pertimbangkan niat positif di balik komentar tersebut. Mungkin ada ketidakpahaman, atau orang tersebut mungkin tidak sadar bahwa komentarnya bisa menyakiti perasaanmu.
  • Kendalikan Reaksimu: Hindari merespons dengan emosi yang berlebihan. Lebih baik menunggu sejenak sebelum memberikan tanggapan. Jika kamu memerlukan waktu untuk merenung, tidak apa-apa untuk tidak langsung merespons.
  • Respon Secara Bijaksana: Jika kamu merasa perlu memberikan tanggapan, lakukan dengan bijaksana. Cobalah untuk mempertahankan sikap yang terbuka dan penuh pengertian. Sampaikan dengan baik bahwa komentar tersebut telah membuat kamu merasa tidak nyaman dan bertanya tentang alasan atau niat di balik komentar tersebut.
  • Batasi Interaksi: Jika komentar tersebut tidak membawa nilai positif dan kamu merasa tidak nyaman, pertimbangkan untuk menjaga jarak dalam interaksi dengan orang tersebut. Kamu memiliki hak untuk menjaga lingkungan sosial yang positif dan mendukung.
  • Fokus pada Diri Sendiri: Ingatkan diri kamu bahwa penilaian terpenting tentang diri kamu seharusnya berasal dari dirimu sendiri. Berfokuslah pada hal-hal positif dalam hidup, prestasi, dan kualitas pribadimu yang membuat kamu unik.
  • Jaga Dukungan: Jika komentar tersebut sangat mengganggu kamu, berbicaralah dengan teman, keluarga, atau orang-orang yang kamu percayai. Mereka bisa memberikan dukungan dan perspektif yang berharga.
  • Perbaiki Percakapan: Jika komentar negatif tersebut muncul dalam percakapan online, kamu juga bisa mengubah arah pembicaraan menuju topik yang lebih positif atau berbagi tentang hal-hal yang sedang Anda nikmati dalam hidup.
  • Prioritaskan Kesejahteraamu: Akhirnya, ingatlah bahwa kesejahteraan dan kenyamanan kamu adalah yang paling penting. Jika komentar negatif tersebut terus merasa mengganggu, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari seorang profesional kesehatan mental.

Baca Juga: 6 Kalimat Afirmasi Positif yang Membuat Harimu Semakin Semangat

Selalu penting untuk menghadapi komentar negatif dengan sikap yang bijaksana dan memprioritaskan kesejahteraamu. Jika perlu, jangan ragu untuk mencari bantuan dalam mengatasi dampak emosional dari komentar tersebut.