Mandi Saat Tubuh Berkeringat, Bolehkah?

Seruni.id – Keringat yang keluar dari tubuh seringkali membuat kulit menjadi lengket. Bukan hanya itu saja, tubuh berkeringat akan membuat debu mudah menempel dan parahnya lagi bisa menyebabkan bau badan.

Mandi Saat Tubuh Berkeringat, Bolehkah?

Tubuh berkeringat akan membuat kita menjadi risih. Tak heran, banyak orang yang langsung mandi sehabis olahraga atau beraktivitas yang padat. Kendati demikian, tak sedikit orang yang berpendapat bahwa mandi saat berkeringat sangat berbahaya bagi tubuh. Apakah ini fakta atau hanya mitos belaka? Yuk temukan jawabannya pada ulasan berikut.

Mandi Saat Tubuh Masih Berkeringat

Sebelum menjawab boleh atau tidaknya, kamu perlu memahami proses pengaturan temperatur dalam tubuh (themoregulation/regulasi temperatur). Regulasi temperatur tubuh merupakan kemampuan tubuh untuk mempertahankan suhu internal.

Perlu dipahami, bahwa satu faktor yang memengaruhi regulasi suhu tubuh adalah aktivitas yang dilakukan. Semakin berat aktivitaasnya, maka suhu tubuh pun akan terus meningkat. Untuk menormalkan kembali suhu tubuh, sistem saraf pusat akan mendinginkan kulit dengan cara mengeluarkan keringat. Itulah yang membuat tubuh berkeringat ketika kamu aktif bergerak.

Lalu, mengapa tubuh masih berkeringat meski sudah selesai olahraga? Hal ini sebenarnya lantaran setelah olahraga atau beraktivitas, tubuh akan terus menghasilkan panas untuk mengisi kembali cadangan energi dan menormalkan kembali sirkulasi darah. Proses ini akan membuat suhu inti tubuh tetap tinggi dalam beberapa saat dan memicu keringat tetap keluar walaupun sudah berhenti beraktivitas.

Mitos atau Fakta?

Menurut seorang ahli fisiologi olahraga di San Fransisco, Stacy Sims, PhD, menyarankan untuk tidak langsung mandi saat tubuh masih berkeringat. Terlebih, jika mandi menggunakan air yang sangat dingin. Jadi, tidak boleh mandi saat tubuh berkeringat adalah sebuah fakta. Sebab, suhu dingin dapat mempersempit pembuluh darah dan memicu suhu tubuh terus naik.

Sebelum memutuskan untuk mandi, padahal tubuh masih berkeringat, ada baiknya untuk menurunkan suhu tubuh terlebih dahulu. Jika tubuhmu berkeringat karena pulan dari kantor dengan berjalan kaki, jangan terburu-buru untuk mandi, ya. Cobalah duduk sejenak dan atur nafas terlebih dahulu. Untuk menormalkan suhu tubuh dan menghindari dehidrasi sangat disarankan untuk minum segelas air putih.

Sedangkan, jika keringat bercucuran di tubuhmu karena selesai olahraga, baiknya lakukan latihan pendinginan lebih dulu daripada langsung mandi. Kamu juga perlu meminum satu gelas air untuk memulihkan tubuh dari rasa lelah. Setelah 15-20 menit, barulah diperbolehkan untuk mandi. Selain memberi jeda waktu untuk menormalkan suhu tubuh, ada tips lain yang perlu kamu perhatikan jika tidak tahan dan ingin mandi setelah tubuh berkeringat.

Pilih suhu air yang sesuai yang cocok dengan kondisi tubuh. Mandi dengan air dingin pun hangat, keduanya sama-sama baik untuk tubuh, tapi jangan terlalu panas atau terlalu dingin, ya. Sebab, mandi dengan air yang terlalu panas hanya akan membuat kulitmu menjadi kering. Daripada memilih air panas, akan lebih baik kalau kamu memilih air hangat. Karena suhu air yang hangat akan mengurangi kekejangan pada otot setelah seharian beraktivitas.

Sementara, mandi air dingin bisa melegakan otot dari kelelahan atau cedera. Namun, mandi dengan air yang terlalu dingin pada malam bisa membuat tubuh menggigil. Tubuh yang kedinginan bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga berisiko membuat pilek atau flu.

Baca Juga: 8 Efek Buruk Terlalu Sering Mandi Malam untuk Kesehatan

Sekali lagi, sebaiknya kamu tidak langsung mandi saat tubuh masih berkeringat deras. Jika tidak tahan, ingatlah untuk memilih suhu air yang tepat saat mandi sesuai kebutuhanmu. Jangan terlalu dingin, jangan pula terlalu panas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.