7 Prilaku Grammar Nazy, Orang yang Gemar Mengoreksi Bahasa

  • Bagikan
7 Prilaku Grammar Nazy, Orang yang Gemar Mengoreksi Bahasa
beautynesia.id

Seruni.id – Istilah grammar nazy mungkin masih sangat asing bagi banyak orang. Grammar nazy adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada perilaku gemas mengoreksi tata bahasa orang lain. Awalnya, kata tersebut digunakan pada orang yang bersikap otoriter tekait penggunakan bahasa Inggris saja.

Namun, istilah tersebut kini mulai berkembang untuk pengguna semua jenis bahasa, termasuk di media sosial. Sering kali mereka dianggap sebagai pengacau karena kebiasaannya tersebut. Sebab, mereka dianggap berlebihan karena fanatismenya terhadap bahasa, tak peduli tempat dan waktu. Adapun perilaku yang menjadi ciri-ciri grammar nazy adalah sebagai berikut:

 

1. Kerap Menggunakan Kata-kata yang Tidak Lazim

Biasanya seorang grammar nazy, gemar sekali menunjukkan kemampuannya dalam hal berbahasa. Salah satunya dengan menggunakan kata-kata yang tidak lazim. Mereka kerap memilih variasi kata yang tidak umum untuk menunjukkan wawasannya dalam dunia literasi dan berniat memberi contoh pada orang lain.

 

2. Berhenti Membaca Artikel Ketika Menjumpai Kesalahan Grammar

Grammar nazy sulit sekali menoleransi kesalahan tata bahasa di artikel atau informasi yang bersifat publik. Sering kali mereke menganggap bahwa kekeliruan tersebut sangat fatal dan mencolok mata, sehingga mereka lantas berhenti membaca.

 

3. Introvert

Orang yang memiliki kepribadian introvert, mereka lebih cenderung menjadi grammar nazy berdasarkan riset di Amerika Serikat. Hal ini dibuktikan melalui penelitian, bahwa ada hubungan yang mendalam antara tipe kepribadian dan keinginan untuk memperbaiki kesalahan.

 

4. Cenderung Mengutamakan Grammar Dibandingkan Maknanya

Orang yang gemar mengoreksi bahasa, cenderung mengutamakan tata bahasa daripada makna atau maksud sesungguhnya. Namun, perilaku tersebut seolah-olah sudah menjadi kebiasaan dan di luar kendali mereka, baik dalam percakapan langsung maupun teks.

 

5. Merasa Terganggu dengan Tren Bahasa Kekinian

Seorang grammar nazy akan merasa terganggu dengan tren bahasa kekinian yang dianggap menyalahi aturan. Mereka berusaha menghindari penggunaan kata-kata terkini itu sambil tetap mempertahankan gaya bahasanya yang baik dan benar.

 

6. Selalu Mengecek Ejaan dan Tata Bahasa Secara Berulang Sebelum Diposting

Apakah kamu selalu mengoreksi ejaan yang kamu tulis sebelum diposting? Ini memang hal yang wajar, tapi jika dilakukan berulang kali dalam satu waktu, itu artinya kamu termasuk grammar nazy. Kemudian hal tersebut biasanya juga dibarengi dengan rasa cemas dan khawatir jika ada kesalahan bahasa pada postingan yang dikirim beberapa jam sebelumnya. Reputasi dan bahasa bagi seorang grammar nazy sangat penting sehingga membuat mereka sangat berhati-hati. Mereka merasa harus berbahasa dengan baik setiap waktu, tanpa terkecuali.

 

7. Tidak Tahan dengan Kesalahan Grammar Orang Lain

Biasanya si pengoreksi bahasa, juga sering merasa tidak tahan ketika melihat kesalahan grammar yang dibuat oleh orang lain, termasuk di dalam kolom komentar media sosial, chat, maupun dialog film. Terkdang sulit sekali untuk menghentikan kebiasaan dan keinginan untuk mengoreksi kesalahan bahasa orang lain ini.

Baca Juga: Cara Belajar Bahasa Korea dengan Mudah

Nah, itulah beberapa ciri perilaku si orang yang gemar mengoreksi bahasa. Apakah ciri di atas ada pada dirimu ?

  • Bagikan