Steven Byers, “Islam adalah Agama yang Paling Masuk Akal”

Seruni.id – Steven Byers adalah seorang mahasiswa sains yang belajarnya tidak terbatas hanya pada fisika serta biologi. Sebab, Steven—begitu ia biasa dipanggil—juga mempelajari tentang Islam; agama yang dianutnya sejak 2012. Ia dibesarkan dalam keluarga yang menganut agama Kristen. Namun, saat hal buruk terjadi dalam hidupnya, ia mengaku dikecewakan. Seperti apa kisah selengkapnya? Simak bersama Seruni!

“Saya selalu bertanya, mengapa Tuhan melakukan itu kepada saya, keluarga saya, atau teman-teman saya? Itu tidak masuk akal bagi saya. Setelah itu, saya menjadi sangat marah. Masa di mana saya merasa benar-benar marah dengan banyak hal,” ucap Steven Byers.

Baca Juga: Pria ini Menjadi Mualaf, Setelah Koma dan Mimpi Masuk Neraka

Setelah mendapatkan dukungan dari banyak temannya untuk belajar lebih banyak lagi tentang Islam. Steven mengaku menemukan kepercayaan yang cocok dengan pikiran logisnya. Ketika itu musim panas tiba, kemudian ia pun yakin untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Baca Juga: Karl, Lansia Asal Jerman yang Memutuskan Menjadi Mualaf

“Saat kamu mengucapkan kalimat itu, dan kamu bersungguh-sungguh serta jujur di dalam hati pada diri sendiri, maka kamu adalah seorang Muslim,” lanjutnya.

Abdullah Hamza yang merupakan seorang profesor sains di Universitas New Brunswick dan juga Presiden Asosiasi Islam Fredericton pun mengatakan salah satu alasan mengapa orang tertarik pada Islam adalah karena ada sesuatu yang hilang dalam hidup mereka yang ingin mereka isi. Ia menyampaikan jika Islam selalu mampu mengingatkan siapapun, bahwa mereka tak perlu mengejar materi dunia, jika ingin menemukan kedamaian dalam hati.

Baca Juga: “Kenapa Ayah Izinkan Saya Masuk Islam?”

“Ketika itu, Muslim memisahkan diri dari kehidupan yang berkembang dan berjalan cepat,” ujarnya.

Gagasan perdamaian yang merupakan bagian integral dari pesan Islam pun luar biasa. Pertama, seorang Muslim diajarkan untuk taa kepada Tuhan, dan melalui ketaatannya itulah muncul kedamaian. Hamza juga menyampaikan jika satu-satunya cara untuk memeluk perdamaian di luar adalah dengan menggenggam perdamaian di dalam, melalui kehendak Allah.

“Ini seperti kedamaian batu bara yang bersinar. Kalau kamu melihatnya saat tidak menyala, maka itu hanyalah gelap. Namun, saat menyala, maka kegelapan menghilang, dan itulah sumber cahaya,” jelasnya.

Tugas utama seorang Muslim lainnya adalah memperkuat komitmen untuk Tuhan pun perdamaian. Termasuk salat lima waktu, membaca Alquran, berpuasa selama bulan Ramadhan, beramal, hingga pergi haji jika mampu, setidaknya sekali dalam hidupmu. Meskipun Steven belum pernah ke Mekkah, tapi ia tetap ikut berpuasa Ramadhan untuk pertama kalinya.

“Berpuasa mengajarkanmu disiplin, dan membuatmu memahami seperti apa rasanya menjadi orang-orang yang untuk makan pun mereka tidak mampu,” tandas Steven.

Baca Juga: “Saya Menjadi Lebih Tenang Setelah Masuk Islam”

“Maka, dengan menjadi seorang Muslim, menjadi cara saya semakin mengenal diri sendiri. Islam adalah agama yang paling masuk akal,” tutup Steven.

Ia juga mengatakan bagaimana pentingnya untuk belajar sedikit tentang Islam. Sebab, Islam bukanlah agama teror. Steven Byers menyampaikan jika dengan menjadi seorang Muslim, maka orang tersebut akan menemukan kedamaian, yang bahkan mereka tidak sadar jika sedang mencarinya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.