Anna Maidi Menjadi Mualaf Karena Pria yang Menawarkan Jus

wolipop,detik.com

Seruni.id – Hidayah memang mutlak milik Allah SWT. Meskipun telah melakukan beragam cara, jika Allah tak menghendaki tak akan terjadi. Pun sebaliknya, jika Allah menghendaki yang terjadi pun akan jadi dengan cara apapun itu. Seperti kisah Anna Maidi wanita asal Amerika Serikat yang menjadi mualaf karena ada seorang pria yang menawarkannya sebotol jus.

Gambar terkait
bloomingtonnorthfused.org
[read more]

Perjalanan Anna Maidi menjadi seorang mualaf dimulai ketika ia sedang berada di Hoosier Cafe pada 2006 lalu. Kala itu, ia merupakan seorang mahasiswi baru di Idiana University, Amerika Serikat.

Ketika Anna sedang duduk sambil membaca sebuah buku, di kafe tersebut ia bertemu dengan seorang pria. Meskipun mereka tak saling kenal sebelumnya, namun pria itu terlihat sangat baik, ia menghampiri dan menawarkan sebotol jus untuk Anna. Berbeda dengan mahasiswa lain yang kerap mengabaikannya.

Pria itu bernama Chabane Maidi, seorang pria Muslim yang sangat taat, saat itu Chabane bercerita sedikit tentang agamanya. Ia mengatakan, bahwa di dalam Islam diajarkan bagaimana saling mengasihi satu sama lain, bukan berbuat jahat seperti yang kerap diberitakan media massa setelah tragedi 11 September. Anna menyimak dan memahami apa yang dikatakan oleh Chabane. Saat itu, muncul rasa ketertarikan pada dirinya.

Namun, Anna tidak langsung menjadi mualaf, ia masih berteman baik dengan Chabane hingga mereka menjalin hubungan asmara. Chabane memiliki keyakinan yang kuat dengan agama dan Alquran, namun ia tidak mau memaksa untuk Anna menjadi mualaf.

Anna malah semakin penasaran apa yang membuat Chabane begitu menyukai Alquran. Akhirnya, ia mencoba mempelajari Alquran. Namun, ia tidak memiliki waktu banyak untuk membacanya karena kesibukannya sebagai seorang mahasiswi. Ia lebih sering membaca Alquran ketika berada di Prancis.

Ia mengaku menemukan kebenaran di dalam Alquran, sampai akhirnya ia memutuskan menjadi mualaf. Anna Maidi menjadi mualaf sepekan terakhir sebelum kembali ke Amerika Serikat. Kembalinya ia ke Amerika Serikat, dia tidak segera memberi tahu Chabane, karena dia sedang mencoba menjadi diri sendiri dan dekat dengan Tuhan.

“Saya tidak langsung memberitahu dia karena saya sedang mencoba menjadi diri sendiri dan dekat dengan Tuhan. Ketika saya memberitahu Chabane, dia langsung terharu dan mengajak saya menikah,” jelas Anna Maidi.

Anna juga merasakan hidupnya berubah menjadi lebih baik setelah menjadi seorang Muslim, dia merasa lebih damai. Perjuangannya setelah menjadi mualaf dimulai saat ia memutuskan untuk memakai jilbab. Namun, Anna mengungkapkan untuk berhijab tidaklah mudah, perlu pertimbangan yang matang. Bahkan, dia sempat tidak ingin melihat wajahnya di cermin.

Saat berhijab ada rasa khawatir dalam diri Anna, karena setiap kali ia keluar rumah dengan tampilan yang tertutup, banyak mata yang memandangnya. Hal tersebut tentu membuat Anna heran dan bertanya-tanya.

“Ketika saya tampil tertutup (memakai jilbab), orang-orang menatap saya dan saya jadi bertanya-tanya ‘Apakah mereka membenciku?’ Kadang ketika seseorang mendekati Anda, Anda juga akan menjadi khawatir,” ceritanya.

Ia pun menambahkan, saat dirinya resmi menjadi mualaf dan mengenakan hijab, ada empat kelompok orang yang ditemuinya. Kelompok pertama adalah orang yang menghormati umat Islam, mereka menyadari jika Muslim sama seperti warga lainnya.

Ada pula kelompok orang kedua yang kata Anna mereka cukup diam saja saat melihat wanita berjilbab tapi sedikit merasa khawatir dengan apa yang dilihat melalui media massa. Dan ketiga adalah orang-orang yang membenci wanita muslim dan Islam.

Terakhir kelompok Muslim paling berbahaya yang membenci muslim dan termasuk Islamophobia hingga melakukan penyerangan baik secara fisik maupun verbal. Ini yang paling dikhawatirkan oleh Anna namun punya suami dan keluarga yang mendukung tentu membuat dirinya merasa tegar.

Anna juga mengatakan kalau setelah berhijab tidak hanya orang lain yang memberikan tatapan aneh, beberapa temannya pun demikian. Mereka seperti bertanya-tanya mengapa Anna Maidi menjadi mualaf dan memutuskan berhijab?

Dengan lemah lembut, Anna mencoba menjelaskan apa yang telah ia alami. Setelah dia menjelaskan alasan dan keyakinannya kepada mereka, mereka bisa mengerti dan menerimanya. Tidak ada rasa penyesalan dalam dirinya setelah menjadi mualaf, justru ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena telah di pertemukan oleh Chabane yang membuat hidupnya jauh lebih baik.

“Saya sudah dewasa sekarang. Saya punya anak. Muslim kini menjadi bagian dari diri saya. Saya bersyukur sepanjang waktu kepada Tuhan telah dipertemukan dengan Chabane melalui botol jus itu, karena tanpanya, di mana saya berada sekarang?” tambahnya.

[/read]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.